
Tampilan snack yang disajikan saat pelantikan KPPS di wilayah Sleman. RADAR JOGJA
JawaPos.com – Pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) secara serentak yang digelar pada Kamis (25/1), berujung masalah di Yogyakarta.
Pasalnya, konsumsi yang dibagikan kepada anggota KPPS yang dilantik, dinilai tak layak untuk sebuah acara besar yang digelar oleh KPU. Bahkan konon, konsumsi yang dibagikan bak snack yang ada di layatan.
Dilansir dari Radar Jogja (Jawa Pos Group), konsumsi tidak layak yang diterima oleh anggota KPPS ditemukan di sejumlah wilayah di Sleman, Yogyakarta.
Dalam satu kotak konsumsi yang dimaksud, dikatakan hanya berisi roti, keripik dan air mineral gelas.
Hal ini lantas menjadi ironi bagi para anggota KPPS. Salah satu anggota KPPS, Hendriyanto, mengatakan bahwa konsumsi tak layak ini seolah-olah panitia tidak menghargai para anggota KPPS yang akan bertugas.
Padahal, menurutnya, ratusan bahkan ribuan anggota KPPS itu telah meluangkan waktunya untuk mengikuti pelantikan. Namun, konsumsi yang diberikan ternyata hanya demikian.
“Kalau di dusun saya seperti menu sripah (masa berkabung),” kata Hendriyanto.
Respon KPU Sleman
Keluhan konsumsi tak layak seperti menu layatan ini, menjadi viral dalam waktu cepat di sosial media. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman pun akhirnya buka suara.
Ketua KPU Sleman, Ahmad Baehaqi, mengatakan bahwa pihaknya juga terkejut dengan isi konsumsi anggota KPPS yang dikeluhkan. Padahal, seharusnya anggota KPPS bisa mendapatkan konsumsi lebih dari itu.
Baehaqi bilang, pihaknya sudah menyiapkan anggaran konsumsi masing-masing orang sebesar Rp 16 ribu. Dalam hal ini, Baehaqi menyebut kesalahan ada pada pihak ketiga atau vendor penyedia konsumsi.
“Jujur, saya juga sangat kaget dengan kejadian itu, karena anggaran sebesar Rp 16 ribu, kok fakta di lapangan seperti itu,” kata Baehaqi.
Ia menjelaskan, sebenarnya, dalam rencana awal, anggaran konsumsi akan diturunkan kepada sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS) terlebih dahulu, untuk kemudian dialokasikan kepada anggota KPPS.
Namun lantaran ada arahan lanjutan, kata dia, akhirnya KPU Sleman langsung menganggarkan konsumsi anggota KPPS dan bekerja sama dengan pihak ketiga.
“Konsumsinya tidak memanusiakan manusia. Sehingga sekretariat pun berkoordinasi dengan pihak ketiga,” lanjutnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022