Puluhan warga terdampak Tol Ki Agung melayangkan protes dengan membawa poster. (Radar Kediri/Jawa Pos Group)
JawaPos.com – Pembebasan lahan untuk pembangunan Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) tuai protes dari warga. Puluhan warga yang terdampak mengepung kantor Badan Pertahanan Nasional (BPN) dan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri pada Kamis (24/1) kemarin.
Para warga tersebut melayangkan protes karena tanah yang terdampak tol Ki Agung dibeli dengan harga murah.
Kasusnya, harga tanah di Jalan Suparjan Mangun Wijaya yang merupakan jalan nasional dihargai lebih murah ketimbang dari Jalan Inspeksi Brantas atau bantaran Sungai Brantas.
Warga yang terkumpul itu merupakan warga dari empat kelurahan berbeda. Mereka lebih dulu berorasi di depan kantor Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Kediri. Kemudian, mereka baru menggeruduk Pemkot Kediri.
Protes yang dilakukan warga itu bukan tanpa alasan. Sebab, warga merasa harga ganti rugi tidak adil. Yaitu, ada perbedaan harga antarwilayah padahal masih terletak di kelurahan yang sama. Mereka juga menuntut janji soal nilai ganti rugi yang dikatakan bisa dua hingga tiga kali lipat.
“Ada yang sudah mendapat ganti rugi yang besarnya dua sampai tiga kali (dari harga pasar). Memang betul. Namun tidak semuanya semacam itu,” kata Tohari, salah satu perwakilan warga. Dikutip dari Radar Kediri (Jawa Pos Group).
Ditemui setelah melakukan audiensi dengan Pemkot Kediri dan BPN Kota Kediri, Tohari mengatakan bahwa ketentuan yang diterapkan tidak sesuai. Termasuk, nilai harga antarwilayah yang berbeda.
Misalnya, tanah di Jalan Suparjan Mangun Wijaya dibeli seharga Rp 5,2 juta per meter. Berselisih Rp 400 ribu, ketimbang Jalan Inspeksi Brantas yang dibeli seharga Rp 5,6 juta per meter.
“Itu (Jl Inspeksi Brantas) bantaran Sungai Brantas. Di situ notabene jalan buntu,” sungutnya sambil menjelaskan jika Jalan Suparjan Mangun Wijaya, yang harganya lebih rendah, malah berstatus jalan nasional.
Tohari juga membandingkan dengan lokasi lain di kelurahan yang sama. Di Jalan Kawi, tanah dibeli seharga Rp 5,4 juta per meter. Dia juga menyesalkan kalau harga di jalan berstatus jalan kota kelas kolektor sekunder itu lebih tinggi daripada lahannya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
