
Khofifah dalam program IKI Pesat di pondok pesantren di Jawa Timur.
JawaPos.com–Dalam meningkatkan kualitas pondok pesantren, sejak 2019 Pemprov Jatim telah mengadakan program IKI Pesat. Inisiatif, Kolaborasi, Inovasi Pesantren Sehat (IKI Pesat) merupakan komitmen pemprov untuk menggalakkan aksi sehat dan bergizi bagi para santri di Jawa Timur.
Dilansir dari Instagram Gubernur Jawa Timur Khofifah, Program IKI Pesat telah sukses meningkatkan strata Poskestren di 76 pesantren sebanyak 93 persen. Sejak dicanangkan pada 2019, program itu telah menjangkau 1.419 pondok pesantren di Jawa timur.
Ribuan pondok pesantren di Jawa Timur itu telah diberikan penggalangan aksi bergizi yang ditujukan untuk sekolah-sekolah di lingkungan pesantren. Selain aksi bergizi di sekolah-sekolah di sekitar pesantren, program itu juga memberikan strategi dalam peningkatan kualitas kesehatan.
Strategi yang diberikan dalam program IKI Pesat yang diterima yakni advokasi, kemitraan, dan pemberdayaan kesehatan. Melalui strategi tersebut, IKI Pesat berperan sebagai respons dan upaya pengembangan untuk menuju pesantren sehat di Jawa Timur.
Tidak hanya menggalakkan aksi bergizi dan program strategi, pemprov juga melaksanakan survei mawas diri di pesantren terkait. Pemprov, melalui program IKI Pesat juga aktif dalam melaksanakan musyawarah kepada masyarakat pondok pesantren.
Hal terakhir yang diupayakan pemprov di program IKI Pesat adalah dengan mengadakan pendampingan untuk Poskestren. Program pendampingan untuk Poskestren itu diberi nama Santri Jatim Sehat dan Berkah atau Sajadah.
Program Sajadah itu telah digagas sejak 2019 yang tujuannya sejalan dengan garis besar dari IKI Pesat. Tujuan dari program Sajadah adalah untuk mewujudkan pesantren sehat melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Menurut data 2023 (update Januari), dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, ada 4.173 pesantren dengan jumlah 1.526 Poskestren (36,56 persen). Dan sampai akhir 2023 IKI Pesat telah berhasil diperluas menjadi pendampingan pesantren sehat di Jawa Timur.
Sudah ada 76 pesantren yang mendapatkan manfaatnya dan mendapatkan hasil peningkatan strata Poskestren sebesar 93 persen. Ditambah dengan peningkatan klasifikasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pesantren sebesar 93 persen.
Serta kepatuhan minum Tablet Tambah Darah (TTD) pada pesantren yang didampingi sebesar 97 persen peningkatannya. Khofifah dalam Instagram pribadi juga berharap semoga program itu membawa manfaat bagi masyarakat pesantren di Jawa Timur.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
