
Kasus perceraian kian meningkat sejak 2015, bahkan 2021 hingga 581 kasus.
JawaPos.com – Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mencatat kasus perceraian dengan angka yang masih cukup tinggi.
Dari data Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro, terdata sebanyak 2.823 kasus perceraian di sepanjang 2023.
Adapun 2.671 kasus di antaranya, adalah pasutri yang terbilang masih cukup muda.
Meski terbilang tinggi, namun data tersebut sejatinya terhitung menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2022, PA Bojonegoro mengantongi kasus cerai dari sebanyak 2.950 pasangan.
Panitera PA Bojonegoro, Sholikin Jamik, mengatakan bahwa sebagian besar atau sekitar 94,5 persen kasus perceraian itu datang dari pasutri yang berusia di bawah 30 tahun.
“Berarti ada 2.671 janda dan duda muda di Bojonegoro,” kata Sholikin, dilansir dari Radar Bojonegoro (Jawa Pos Group) Sabtu (6/1).
Sholikin menjelaskan, tingginya angka perceraian di kalangan pasutri muda dilatarbelakangi oleh banyak faktor.
Adapun yang menjadi paling utama dalam hal ini, adalah faktor ekonomi di antara mereka.
Begitu pula dengan faktor ekonomi, kata dia, disebabkan oleh pendidikan yang rendah sehingga pekerjaan tidak mapan atau masih serabutan.
Tak ayal, para pasutri muda itu merasa tak mampu memenuhi standar ekonomi sebagaimana yang diharapkan.
“Ini merupakan satu tantangan dan data tidak bisa dibantah,” imbuhnya.
Selain itu, para pasutri muda itu juga dinilai belum cukup memiliki ketangguhan untuk membangun rumah tangga dan keluarga hebat, termasuk kesiapan ekonomi, mental dan psikologis. Mereka menikah lantaran memenuhi faktor biologis saja.
“Tiga ketangguhan tersebut bisa tercapai apabila memiliki pendidikan bagus, minimal SMA atau bahkan kuliah. Kemudian, kemampuan dalam menangani masalah dan usia matang,” lanjutnya.
Dari 2.823 kasus perceraian tersebut, sebanyak 1.987 kasus merupakan gugatan istri kepada suami, sementara 836 sisanya adalah kasus suami yang menjatuhkan talak kepada istri.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
