
potret pemberlakuan parkir di Jalan Dhoho hari kedua./ (Wahyu Adji/Radar Kediri)
JawaPos.com – Penerapan uji coba pembatasan parkir di Jalan Dhoho Kediri yang telah dimulai sejak Selasa (2/1) kemarin, turut memancing reaksi dari para pengusaha yang berada di sepanjang ruas jalan tersebut.
Kebanyakan dari mereka menyayangkan terkait tindakan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri yang memberi surat pemberitahuan pemberlakukan kebijakan itu begitu saja, tanpa dibarengi sosialisasi secara langsung.
“Katanya sudah disosialisasikan. Tapi secara khusus dari pedagang di sini tidak ada yang diajak bicara. Kami hanya menerima sudah dalam bentuk surat pemberitahuan,” ujar Ghufron Efendi, salah satu anggota Paguyuban Pedagang jalan Dhoho, seperti yang dikutip Radar Kediri (JawaPos Grup).
Hal tersebut tentu membuat sebagian besar para pedagang merasa kurang mendapat informasi terkait kebijakan tersebut.
Bahkan, Pemkot Kediri seolah-olah tidak memperdulikan dampaknya terhadap penjualan mereka saat pembatasan parkir itu mulai diberlakukan.
Sementara itu, Indra Kusuma, anggota paguyuban lainnya mengatakan bahwa dirinya berharap kebijakan parkir di Jalan Dhoho itu tidak serta merta melarang kendaraan konsumen toko mereka untuk parkir di depan toko.
“(Kantong parkir) hanya sebagai tambahan, tanpa menghilangkan parkir yang di depan toko,” pintanya, seperti yang dikutip Radar Kediri (JawaPos Grup).
Mereka merasa khawatir jika larangan parkir didepan toko mereka malah akan mengurangi pengunjung yang datang.
“Pada akhirnya tetap dampaknya di penurunan omzet. Karena orang-orang jadi malas ke sini,” keluhnya.
Secara gamblang, paguyuban pedagang itu juga melayangkan kritik pada Pemkab Kediri bahwa penyebab utama kepadatan arus lalu lintas di sana bukanlah karena kendaraan roda empat yang parkir di bahu jalan.
Menurut Herry Susanto, anggota paguyuban lainnya, kemacetan yang timbul tersebut justru banyak disebabkan gegara aktivitas bongkar muat yang melibatkan kendaraan besar seperti truk.
“Bongkar muat yang menggunakan truk besar yang biasanya justru menyebabkan macet. Karena barang-barangnya besar, jadi harus pakai truk yang besar. Harusnya itu yang ditertibkan,” tandas Herry.
Koordinator Paguyuban Pedagang Jalan Dhoho, Darmono menambahkan bahwa, selain karena kegiatan bongkar muat menggunakan kendaraan besar, kemacetan di jalan tersebut juga terjadi karena aktivitas pedagang kaki lima (PKL) yang jumlahny sering membludak karena pembagian jam operasional belum tertib.
Darmono menyebut, seharusnya PKL pagi beroperasi pada pukul 06.00 – 09.00 WIB.
Namun pada kenyataannya, hingga toko-toko para paguyuban pedagang buka, masih banyak PKL yang belum merapikan dagangan.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
