
Muhammad Zinedine Alam Ganjar berkunjung ke Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. (Istimewa)
JawaPos.com - Muhammad Zinedine Alam Ganjar berkunjung ke Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Alam berangkat pagi dini hari bersama rombongan dan menuju sejumlah titik yang dituju.
Kunjungan pertamanya sesusai tiba di Bone, Alam disambut oleh para Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai koalisi beserta relawan dari pasangan Ganjar-Mahfud. Alam tampak berbincang dan menikmati santap pagi.
Setelah itu, Alam diajak berkelilingi Tugu Nol Kilometer Bone sebelum akhirnya singgah di Museum La Pawawoi, Rabu (6/12). Alam disambut oleh ratusan masyarakat sejak pagi hari yang hendak ingin melihat dan berfoto dengan dirinya.
Alam pun tampak kagum dengan sejarah besar yang pernah ditorehkan oleh kerajaan Bone.
"Luar biasa, baru sebentar di Bone kita sudah lihat beberapa sejarah dan budayanya Bone, luar biasa kuat, ternyata kerajaan Bone seringkali dipimpin oleh Perempuan dan itu yang membuat saya kagum," ungkap Alam lewat keterangannya.
Sejarah mencatat bahwa kerajaan Bone didirikan oleh Manurunge ri Matajang pada 1330 masehi.
Masuknya Islam ke Kerajaan Bone sendiri berawal ketika kerajaan ini tidak dianggap sederajat oleh Kesultanan Gowa. Kerajaan Bone baru akan dianggap setara apabila mau mengikuti Kesultanan Gowa memeluk agama Islam.
"Apalagi Bone memiliki budaya islam yang cukup kuat, terlebih dengan adanya pemimpin perempuan, hal tersebut menunjukan toleransi terhadap gender itu sudah ditanam sejak dulu dan itu yang saya salut," ungkap Alam.
Alam pun memperoleh informasi perkembangan sejarah Bone. Meski sempat menjadi penguasa utama di Sulawesi Selatan, Bone akhirnya berada di bawah kendali Belanda pada 1905.
"Berbagai macam sejarah Bone dari masa pra sejarah sampai setelah jadi republik Indonesia semua ada di sini," lanjut Alam
Alam pun mengapresiasi kedatangan masyarakat yang luar biasa antusias. Alam berpesan kepada generasi muda untuk menjaga nilai-nilai sejarah, salah satunya dengan mempertahankan eksistensi museum.
"Ada beberapa teman-teman dari Bone mengembangkan museum pake VR, terus tadi di VR itu kita bisa eksplor berbagai macam rumah adat di Sulawesi Selatan, ayo kita ke museum kita kembangkan menggunakan kreatifitas anak muda sehingga museum tersebut semakin menarik," pungkas Alam.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
