
ILUSTRASI: Petugas menata cabai di salah satu ritel modern, di kawasan Pasar Rebo, Jakarta, Jumat (8/9/2023).
JawaPos.com – Harga cabai rawit merah sudah satu bulan terakhir terus mengalami kenaikan harga. Bahkan di sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Kabupaten Lamongan, Malang, Pasuruan, dan Magetan, harga komoditas ini mencapai Rp 100 ribu per kilogram (kg).
Mengutip dari Radar Surabaya (Jawa Pos Grup), Sistem Informasi Ketersediaan dan Harga Bahan Pokok Perkembangan Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim, mencatat harga rata-rata Jawa Timur komoditas cabai rawit merah, pada Minggu (26/11), adalah Rp 83.470 per kg.
Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Magetan Rp 98.666 per kg. Dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Probolinggo Rp 53.333 per kg. Sedangkan, pada sejumlah pasar besar di Surabaya, harga komoditas ini mencapai Rp 75 ribu–Rp 80 ribu per kg.
Di Pasar Wonokromo harga cabai rawit sudah mencapai Rp 75 ribu per kg, Pasar Soponyono Rp 78 ribu per kg. Kemudian Pasar Genteng, Pasar Keputran, Pasar Tambahrejo dan Pasar Pucanganom harga komoditas ini Rp 80 ribu per kg.
Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jatim, Nanang Triatmoko kepada Radar Surabaya mengatakan, tingginya harga cabai rawit merah merupakan hal yang wajar.
Pasalnya selain stoknya yang menipis, juga belum memasuki masa tanam. "Beberapa daerah sentra cabai hingga saat ini masih kesulitan air. Meskipun sudah hujan, tapi kan masih belum tiap hari, jadi belum masuk masa tanam," katanya, Minggu (26/11).
Menurutnya musim kemarau yang panjang, banyak petani yang mengalami gagal panen. "Banyak tanaman cabai petani yang mengalami kekeringan karena sulitnya mendapatkan air," terangnya.
Diungkapkannya, harga cabai rawit merah di Jatim dari tingkat petani Rp 82 ribu hingga Rp 85 ribu per kg. Sedangkan harga cabai besar Rp 55 ribu per kg.
"Untuk cabai besar masih ada potensi penurunan harga, karena sejumlah daerah di Jatim sudah mulai masa tanam. Sedangkan cabai rawit justru terus naik, bahkan hingga Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Dydik Rudy Prasetya mengakui, tren produksi cabai di Jatim ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu sehingga turut menjadi penyebab kenaikan harga.
“Memang untuk saat ini panenan cabai di daerah dataran rendah sudah selesai, tetapi untuk di daerah dataran tinggi kini sudah mulai masuk masa tanam. Kami perkirakan, tetap ada surplus total di sepanjang 2023 untuk cabai rawit mencapai 500.015 ton, dan untuk cabai merah besar 12.161 ton,” ucap Dydik

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
