
SEGERA RAMPUNG: Jalan Alternatif Medan-Berastagi via Kutalimbaru.
JawaPos.com - Pembangunan jalan alternatif Medan-Berastagi via Kutalimbaru terus menunjukkan kemajuan yang signifikan. Proyek dengan anggaran tahun jamak sebesar Rp 2,7 triliun itu digagas oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut) periode 2018-2023 Edy Rahmayadi.
Kini progres jalan provinsi di Simpang Tongko Tahura hingga Simpang Sinaman Kabupaten Karo, Sumut, itu sudah mencapai 60 ruas. Kini pengerjaannya sedang menyelesaikan pembangunan drainase jalan.
Dalam pembanguan, Pemprov Sumut melibatkan masyarakat setempat untuk ikut berkontribusi dalam upaya perbaikan akses jalan, sehingga terjalin kolaborasi positif antara pemerintah dengan masyarakat.
Eriarta Tarigan selaku sekretaris Desa Sukanalu, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo sangat terima kasih kepada Pemprov Sumut. Terutama pada era gubernur Edy Rahmayadi. Perbaikan jalan di sepanjang Desa Sukanalu menjadi harapan masyarakat.
Dia menegaskan, pihak pemerintah desa bersama masyarakat sangatlah mendukung berjalannya program pembangunan jalan alternatif Medan-Berastagi yang sudah mencapai Desa Sukanalu ini. "Kalau masalah jalan ini masyarakat sangat mendukung. Istilahnya tidak ada kendala-kendala di lapangan yang menghambat pembangunan jalan ini," ungkapnya.
Lebih lanjut Eri mengatakan, kerusakan jalan selama ini berimbas pada kondisi saluran drainase yang tidak memadai. Oleh karena itu, perbaikan jalan yang dibarengi dengan perbaikan drainase sangatlah tepat dilakukan, agar jalan yang sudah diperbaiki lebih awet dan tidak mudah rusak. "Dengan perbaikan (drainase) ini, masalah banjir juga bisa teratasi," pungkasnya.
Eriarta bersama masyarakat tentu saja sangat berharap, pembangunan jalan alternatif Medan-Berastagi yang melintasi Desa Sukanalu ini ke depannya akan memberikan dampak yang positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya di bidang pariwisata.
"Ini juga bisa menjadi jalur alternatif menuju pariwisata di Tongging," kata Eriarta.
Namun dia juga berharap perhatian terus diberikan oleh pemerintah setelah selesai pengerjaan, untuk mencegah kerusakan jalan yang mungkin terjadi di masa depan. "Dulu di depan-depan rumah, di jalan ini semua rusak ini pak. Berlubang, berlumpur semua ini. Ya harapannya walaupun sudah selesai jalan kita ini tetap diperhatikan lah ke Desa Sukanalu ini pak. Mungkin jalannya nanti rusak lagi, perlu lagi perbaikannya," pintanya.
Putra Surbakti, salah seorang warga Desa Sagan Tanah Kecamatan Namanteram, Karo, mengaku turut merasakan manfaat langsung dari perbaikan jalan ini. Menurut dia, akses jalan yang lebih baik akan lebih memudahkan kolaborasi ekonomi antar daerah, misalnya penduduk kini dapat membeli barang dari Binjai tanpa ada kesulitan.
"Jadi kalau sekarang yang dari Binjai sudah datang membeli barang kemari. Karena jalan itu sudah bagus. Kami dengan langkat sudah bisa kolaborasi lah," ucap Surbakti.
Di samping memberikan apresiasi atas pembangunan jalan tersebut, Surbakti mewakili aspirasi masyarakat berharap agar pemerintah juga melakukan penambahan penerangan jalan, terutama di daerah yang digunakan untuk belajar malam hari.
"Cuma harapan kami kedepannya pak, kalau bisa lampu pun dipasang. Jadi kami setiap rumah tangga ini pakai genset semua. Anak sekolah sini banyak, jam belajarnya kan malam. Kalau belajarnya gak ada lampu. Gimana mereka belajar?" harap Surbakti.
Melalui proyek tahun jamak yang digagas oleh Edy Rahmayadi itu diharapkan perjalanan dari Medan ke Berastagi akan semakin lancar, sehingga mampu memicu pertumbuhan ekonomi di sekitar ruas jalan tersebut.
Proyek itu menandai komitmen pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
