Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 November 2023 | 19.26 WIB

Revitalisasi Pasar Banyuwangi, Bupati Ipuk: Jadi Pusat Perbelanjaan dan Destinasi Wisata Sejarah

Pemkab Banyuwangi kembangkan kawasan wisata sejarah akan revitalisasi eks Kantor Dagang Inggris dan Pasar Banyuwangi di pusat kota, didukung kementerian PUPR. - Image

Pemkab Banyuwangi kembangkan kawasan wisata sejarah akan revitalisasi eks Kantor Dagang Inggris dan Pasar Banyuwangi di pusat kota, didukung kementerian PUPR.

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tengah mengembangkan kawasan wisata sejarah. Didukung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), akan segera revitalisasi eks Kantor Dagang Inggris dan Pasar Banyuwangi di pusat kota.

”Selain eks Kantor Dagang Inggris atau yang biasa dikenal dengan Asrama Inggrisan, Kementerian PUPR akan memugar Pasar Banyuwangi yang juga bangunan bersejarah. Anggarannya sudah disiapkan, pelaksanaannya tahun depan (2024). Insya Allah lancar, mohon doa dan dukungan masyarakat,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Ipuk menjelaskan, Pemkab Banyuwangi telah bertemu dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada awal September. Dari pertemuan itu, Kementerian PUPR menyatakan akan membiayai revitalisasi Asrama Inggrisan dan Pasar Banyuwangi

Ipuk meyakini, revitalisasi pasar Banyuwangi akan memperkuat daya tarik wisata mengingat letak pasar induk berada tepat di jantung Kota Banyuwangi. Selain itu, di dekat pasar juga terdapat bangunan cagar budaya eks kantor Kamar Dagang Inggris.

”Harapannya, dengan revitalisasi ini akan meningkatkan kunjungan orang ke pasar. Sehingga pasar bisa benar-benar menjadi pusat perbelanjaan yang menjanjikan bagi para pedagangnya serta nyaman bagi para pembelinya,” kata Ipuk.

Pekan kemarin, tim Kementerian PUPR telah datang dan melakukan survei terkait pelaksanaan revitalisasi Asrama Inggrisan dan Pasar Banyuwangi. Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Essy Asiah, telah memaparkan rencana revitalisasi Pasar Banyuwangi kepada Bupati Ipuk.

”Pembangunannya akan tetap mempertahankan fasad bangunan asli, karena pintu gerbang adalah bangunan bersejarah,” kata Essy.

Pasar Banyuwangi, kata Essy, bangunan bagian depan yang termasuk cagar budaya hanya akan direvitalisasi. Sementara bagian belakang bidak-bidak pedagang yang beratap seng akan dibongkar. Kemudian dibangun kembali dengan lebih modern namun tetap mengadopsi arsitektur lokal Osing.

”Misalnya, untuk atap bangunan pasar akan kita buat menyerupai bentuk atap rumah adat Osing,” terang Essy.

Bangunan pasar tersebut, gedung utamanya akan dibangun dua lantai. Dibagi atas pasar basah, pasar kering, dan area kuliner. Juga dilengkapi dengan gedung parkir yang dibangun tiga lantai.

”Jadi nanti depan pasar rapi, jalan aspalnya juga diganti dengan paving. Kalau malam bisa dipakai untuk jalan-jalan dan kulineran wisatawan,” ujar Essy.

Bupati Ipuk juga telah menggelar pertemuan dengan para pedagang pasar di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kamis (2/11) malam. Ipuk menjelaskan konsep pasar ke depan, pasar yang tidak hanya untuk tempat berbelanja harian, namun bisa menjadi destinasi wisata.   

”Bila bangunan pasarnya menarik, tertata rapi, dan nyaman, pasti akan dikunjungi banyak orang, baik warga yang akan belanja, maupun berwisata. Tentu ini bisa menambah pendapatan pedagang,” kata Ipuk.

Sementara itu, Sekda Banyuwangi Mujiono menjelaskan, saat ini pemkab telah menyiapkan sejumlah hal untuk mendukung kelancaran proses revitalisasi Pasar Banyuwangi.

”Pemkab juga sudah menyiapkan anggaran untuk relokasi serta pembongkaran pasar. Harapan kami, pengerjaan revitalisasi pasar bisa segera dilaksanakan,” terang Mujiono.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore