Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 November 2023 | 22.01 WIB

Tanam Padi Inpari 32 dan Kembangkan Pupuk Organik, Gubernur Khofifah Berharap Best Practice dari Tuban

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menanam padi varietas inpari 32 di Desa Karang Tinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. - Image

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menanam padi varietas inpari 32 di Desa Karang Tinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.

JawaPos.com–Seusai panen raya padi varietas Inpari 50, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga melakukan penanaman padi varietas inpari 32 di Desa Karang Tinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.

Keseluruhan luas tanam padi varietas Inpari 32 sebesar 400 hektare. Seluruh luas tanam tersebut, menggunakan pupuk organik Mutiara Hitam Hasil Pembelajaran Kelompok Tani (HIPPA) Karang Tani II Desa Karang Tinoto. Gubernur Khofifah mengapresiasi atas kesediaan para petani untuk menggunakan pupuk organik dalam proses penanaman padi.

”Ini sangat menarik, ada kesadaran kolektif para petani gapoktan untuk bisa menggunakan pupuk organik. Di mana ini bisa dijadikan percontohan bagi kabupaten/ota lain,” ucap Khofifah.

Khofifah mengungkapkan, dalam perbandingan penggunaan pupuk kimia dan organik 1:6, banyak manfaat dari penggunaan pupuk organik. Antara lain unsur hara tanah terjaga, ekosistem tanah membaik, pohon padi relatif kuat atas hama dan sebagainya.

”Produktivitas hasil panen meningkat dari semula rata-rata 7 ton per hektare menjadi 11-12 ton per hektare saat menggunakan pupuk organik. Padahal biasanya, hasil panen akan turun dulu pada awal penggunaan pupuk organik. Inilah yang bisa dijadikan referensi bagi wilayah lain,” jelas Khofifah.

Para petani di Desa Karang Tinoto cukup mudah dan murah mendapatkan pupuk organik tersebut. Selain itu, upaya percepatan tanam padi memanfaatkan irigasi teknis di Desa Karang Tinoto yang memiliki indeks pertanaman (IP) 3 atau bisa menanam padi 3 kali dalam setahun. Varietas yang ditanam merupakan varietas unggul Inpari 32 dengan produktivitas rata-rata 11-12 ton/hektare.

Khofifah mengajak seluruh petani menyampaikan pesan bahwa penggunaan pupuk organik lebih murah dan bisa meningkatkan produksi pertanian.

Sementara itu, Bupati Tuban Halindra Farizki mengatakan, kinerja Poktan di Tuban, terutama di Desa Karang Tinoto, sudah sangat efektif. Sehingga kekeringan dapat ditanggulangi.

”Salah satunya adalah hibah dari Bengawan Solo yang dialirkan ke sini. Dan yang luar biasa mereka menggunakan puuk organik seperti yang sudah disampaikan Bu Gubernur. Dan di sini harga jual petani cukup tinggi dengan cara lelang sehingga petani sangat diuntungkan,” kata Halindra Farizki.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore