
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menanam padi varietas inpari 32 di Desa Karang Tinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.
JawaPos.com–Seusai panen raya padi varietas Inpari 50, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga melakukan penanaman padi varietas inpari 32 di Desa Karang Tinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.
Keseluruhan luas tanam padi varietas Inpari 32 sebesar 400 hektare. Seluruh luas tanam tersebut, menggunakan pupuk organik Mutiara Hitam Hasil Pembelajaran Kelompok Tani (HIPPA) Karang Tani II Desa Karang Tinoto. Gubernur Khofifah mengapresiasi atas kesediaan para petani untuk menggunakan pupuk organik dalam proses penanaman padi.
”Ini sangat menarik, ada kesadaran kolektif para petani gapoktan untuk bisa menggunakan pupuk organik. Di mana ini bisa dijadikan percontohan bagi kabupaten/ota lain,” ucap Khofifah.
Khofifah mengungkapkan, dalam perbandingan penggunaan pupuk kimia dan organik 1:6, banyak manfaat dari penggunaan pupuk organik. Antara lain unsur hara tanah terjaga, ekosistem tanah membaik, pohon padi relatif kuat atas hama dan sebagainya.
”Produktivitas hasil panen meningkat dari semula rata-rata 7 ton per hektare menjadi 11-12 ton per hektare saat menggunakan pupuk organik. Padahal biasanya, hasil panen akan turun dulu pada awal penggunaan pupuk organik. Inilah yang bisa dijadikan referensi bagi wilayah lain,” jelas Khofifah.
Para petani di Desa Karang Tinoto cukup mudah dan murah mendapatkan pupuk organik tersebut. Selain itu, upaya percepatan tanam padi memanfaatkan irigasi teknis di Desa Karang Tinoto yang memiliki indeks pertanaman (IP) 3 atau bisa menanam padi 3 kali dalam setahun. Varietas yang ditanam merupakan varietas unggul Inpari 32 dengan produktivitas rata-rata 11-12 ton/hektare.
Khofifah mengajak seluruh petani menyampaikan pesan bahwa penggunaan pupuk organik lebih murah dan bisa meningkatkan produksi pertanian.
Sementara itu, Bupati Tuban Halindra Farizki mengatakan, kinerja Poktan di Tuban, terutama di Desa Karang Tinoto, sudah sangat efektif. Sehingga kekeringan dapat ditanggulangi.
”Salah satunya adalah hibah dari Bengawan Solo yang dialirkan ke sini. Dan yang luar biasa mereka menggunakan puuk organik seperti yang sudah disampaikan Bu Gubernur. Dan di sini harga jual petani cukup tinggi dengan cara lelang sehingga petani sangat diuntungkan,” kata Halindra Farizki.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
