Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Oktober 2023 | 00.32 WIB

BBMKG Denpasar Data Kekeringan di Bali Meluas di 26 Kecamatan

Kawasan persawahan mengalami kekeringan di Gianyar, Bali. - Image

Kawasan persawahan mengalami kekeringan di Gianyar, Bali.

JawaPos.com–Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mendata, kekeringan meluas dari 15 kecamatan pada minggu ketiga September menjadi 26 kecamatan di Bali pada minggu ketiga Oktober.

”Sudah tidak ada hujan berturut-turut selama 30 hingga 110 hari,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar I Nyoman Gede Wiryajaya seperti dilansir dari Antara di Denpasar, Senin (23/10).

Dia menjelaskan kecamatan di Bali yang masuk peringatan dini kekeringan, yakni di Kabupaten Buleleng di Buleleng, Gerokgak, Kubutambahan, Sawan, Seririt, dan Tejakula. Kemudian di Kabupaten Jembrana di Melaya, Pekutatan dan Mendoyo.

Sedangkan di Kabupaten Tabanan di Kediri, Penebel, Kerambitan. Selanjutnya di Kabupaten Bangli di Bangli dan Kintamani.

Selain itu, di Kabupaten Karangasem di Abang, Bebandem, Karangasem dan Kubu. Serta di Kabupaten Badung di Kuta, Kuta Utara, dan Kuta Selatan. Selanjutnya di Kabupaten Klungkung di Dawan dan Nusa Penida. Di Kota Denpasar yakni di Denpasar Timur, Denpasar Barat, dan Denpasar Selatan.

”Daerah tanpa hujan paling panjang, yakni Kecamatan Kubu selama 110 hari, Kubutambahan selama 109 hari, dan Gerokgak selama 104 hari,” papar I Nyoman Gede Wiryajaya.

BBMKG Denpasar, lanjut dia, mengimbau masyarakat untuk bijak mengonsumsi air, kemudian melindungi diri dari potensi paparan sinar ultraviolet ekstrem menggunakan tabir surya, dan menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Sedangkan pada periode 1-10 November diperkirakan terjadi peralihan dari kemarau ke hujan pada sebagian besar wilayah Bali.

”BBMKG Denpasar memperkirakan puncak musim hujan di Bali terjadi pada Januari 2024 dengan curah hujan diperkirakan pada rentang 500-600 milimeter per bulan. Sehingga, perlu diwaspadai dampak bencana hidrometeorologi di antaranya banjir dan tanah longsor,” ujar I Nyoman Gede Wiryajaya.

Dia menambahkan, hanya satu zona musim yakni di Karangasem bagian selatan yang diperkirakan puncak musim hujan akan terjadi pada Februari 2024.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore