
penemuan korban di saluran irigasi Desa Bugis, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu / instagram @indramayuterkini
JawaPos.com – Warga asal Subang, tepatnya Desa Parigimulya, Kecamatan Cipunagara Kabupaten Subang bernama Muhammad Rauf, ditemukan tewas di saluran irigasi atau sungai di Desa Bugis, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu.
Jasadnya ditemukan pada Rabu, (4/10) dalam kondisi berlumuran darah dan tangan yang terikat kebelakang.
Rupanya, orang yang tega menghabisi nyawa bocah yang masih berusia 13 tahun ini adalah keluarganya sendiri, yakni ibunya Nurhani (40) yang dibantu oleh paman S (24) dan kakeknya W (70).
Dari penjelasan yang dibagikan oleh akun tiktok @m.armand.s.st, Rauf sempat dianiaya oleh sang ibu karena merasa kesal hpnya dipinjam oleh Rauf 2 hari sebelum kejadian.
Akun tersebut juga membagikan video saat Rauf bekerja membersihkan kandang sapi untuk bisa makan setiap harinya.
Ibu Rauf sempat datang ke kandang tempat Rauf bekerja untuk memarahi anaknya dan mengancam agar Rauf tidak pulang ke rumahnya.
Pada saat dimarahi dan diancam itu disebutkan juga bahwa ibu Rauf memukul kepala anaknya. Namun Rauf malah pulang dan akhirnya mendapat siksaan dari ibu kandungnya sendiri hingga tewas.
“Dia ancam korban jika sampe berani pulang ke rumah awas saja!! Dan pada malam itu itu anak ijin ke saya mau maen ke rumah temannya, saya gak nyangka eh dia pulang ke rumah ibunya, tiba-tiba saja paginya mendengar kabar duka Muhammad Rauf meninggal di kali Bugis Sukatani Kab Indramayu” tulis akun @m.armand.s.st.
Kepada kepolisian, Nurhani mengaku tega menganiaya anak kandungnya sendiri sebab merasa malu pada Rauf yang kerap ketahuan mencuri dan berbuat nakal.
Padahal, Rauf hidup tanpa diurus. Dia harus putus sekolah dan bekerja serabutan demi imbalan makanan.
Meskipun demikian, Rauf dikenal sebagai anak yang rajin bekerja. Dia juga dikenal suka membantu dan kerap ikut kegiatan gotong royong di lingkungannya.
Rauf memang diketahui pernah membobol kotak amal dan mencuri makanan di warung, namun tidak ada warga yang dendam kepada Rauf karena mereka paham atas kondisi bocah tersebut.
Rauf diketahui lebih sering tinggal di jalanan setelah orang tuanya bercerai. Dia kadang tidur di pos ronda dan dari video yang beredar, menceritakan bahwa Rauf lebih memilih untuk tidur di kandang sapi dibanding harus pulang ke rumahnya.
Di malam hari saat dirinya disiksa, Nurhani mengatakan bahwa anaknya masih berbicara meski tubuhnya sudah penuh luka.
Kata yang keluar dari mulut korban adalah ‘Ma sakit ma, ma saya ngantuk ma, capek ma’. Namun ucapan tersebut tidak digubris dan ibunya lalu membuang tubuh anaknya ke aliran irigasi hingga ditemukan tewas oleh warga pada pagi harinya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
