
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Golkar Bersalawat di Alun-Alun Kabupaten Tuban.
JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Golkar Bersalawat di Alun-Alun Kabupaten Tuban.
Di hadapan puluhan ribu masyarakat Bumi Wali, Gubernur Khofifah menyebut karakter dan akhlak baik warga Tuban tidak perlu diragukan. Sebab, akhlak dan karakter pribadi yang baik itu merupakan teladan dari sosok Sunan Bonang.
”Sunan Bonang mengajarkan moderasi yang sangat luar biasa. Insya Allah masyarakat Tuban ini hati dan perasaannya halus. Karena sudah diasah dengan kesenian yang luar biasa sejak zaman Sunan Bonang,” kata Khofifah.
Sunan Bonang dikenal sebagai seniman yang berdakwah dengan menggunakan sejumlah perangkat seni, termasuk gamelan, juga karya sastra.
Sunan Bonang memiliki nama lahir Raden Makdum Ibrahim. Dia adalah penemu salah satu jenis gamelan dengan tonjolan di bagian tengah atau yang kerap disebut bonang. Dari situlah julukan Sunan Bonang disematkan kepada Raden Makdum Ibrahim.
Dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Khofifah berharap seluruh warga mendapat syafaat Rasulullah SAW. Serta menambah kekuatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
”Mudah-mudahan semua yang hadir sehat lahir, sehat batin, dan sehat ekonominya. Mudah-mudahan juga dengan datangnya Pak Menko Perekonomian membawa berkah ekonomi bagi seluruh masyarakat Tuban,” ungkap Khofifah.
Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, momen maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk kembali meneladani sifat-sifat Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, Rasulullah merupakan contoh sempurna dalam kehidupan manusia.
”Ajaran Islam sangat menekankan akhlak mulia dan perilaku yang baik dan teladan telah ditunjukkan secara sempurna oleh Rasulullah. Bagaimana hidup berdampingan dalam kedamaian, tanpa membedakan suku, agama, maupun ras, saling menghargai dan menghormati,” kata Airlangga.
Dia menambahkan, Indonesia merupakan bangsa yang majemuk. Ada banyak perbedaan antara satu dengan lain. Namun perbedaan itu seharusnya menjadi penguat persatuan bangsa.
”Jangan sampai perbedaan menjadi pemecah belah bangsa Indonesia. Terlebih sebentar lagi Indonesia akan menghadapi kontestasi politik. Jaga persatuan kita bersama terutama di tahun politik. Semua harus tetap satu dalam kekeluargaan dan kebersamaan,” tegas Airlangga.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pengajian umum yang disampaikan Gus Miftah. Hadir dalam kegiatan itu Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono, serta Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzki.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
