
Ilustrasi siswa SMA. Dok JawaPos
JawaPos.com - Ketersedian lembaga pendidikan menjadi salah satu indikator bagi warga untuk bisa mendapat kesempatan bersekolah. Pemprov Sumut mengklaim saat ini sudah 94 persen anak usia sekolah tingkat SMA sudah mendapatkan pendidikan sesuai jenjangnya. Semua itu sebanding dengan jumlah SMA negeri dan swasta di provinsi sudah mencapai 1.074 sekolah.
Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah sekolah SMA negeri dan swasta di Sumut meningkat. Pada tahun ajaran 2022/2023 sebanyak 1.074 unit SMA negeri dan swasta. Tahun sebelumnya hanya 1.066 unit sekolah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, dengan bertambahnya sekolah itu, maka angka partisipasi kasar (APK) tingkat SMA di Sumut pada 2022 mencapai 94,44 persen. Namun, sedangkan angka partisipasi murni (APM) tingkat SMA 66,3 persen. "Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi oleh pemerintah," Ilyas Sitorus kepada wartawan, Rabu (2/8).
Ilyas Sitorus menyadari, angka APK dan APM untuk sekolah tingkat SMA cukup menggembirakan. Hanya saja Pemprov Sumut tidak mau berpuas diri. "Ke depan semuanya harus lebih ditingkatkan lagi. Tentunya juga kerja sama dari semua pihak sangat dibutuhkan,” kata Ilyas.
Pertumbuhan jumlah sekolah disertai dengan pertambahan guru. Pada tahun ajaran 2022/2023, jumlah guru SMA negeri dan swasta mencapai 23.096 orang. Angka itu meningkat dibanding tahun ajaran sebelumnya 2021/2022 sebanyak 22.870 orang.
Ilyas menegaskan, sektor pendidikan memang menjadi program prioritas Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Targetnya dengan meningkatkan jumlah angka melek huruf. Pada usia 15 tahun ke atas kini sudah mencapai 99,5 persen. Angka itu merupakan data tahun 2022. Pada tahun sebelumnya angka melek huruf di Sumut 96,35 persen.
Menurut dia, melek huruf merupakan proporsi penduduk usia 15 tahun ke atas yang mempunyai kemampuan membaca dan menulis huruf, baik huruf latin dan huruf lainnya.
“Melek huruf menjadi indikator untuk melihat perkembangan pendidikan penduduk. Semakin tinggi angka melek huruf atau kecakapan baca tulis, maka semakin tinggi pula mutu dan kualitas sumber daya manusia,” kata Ilyas Sitorus

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
