Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Juli 2023 | 19.16 WIB

Evakuasi 8 Penambang Emas Masih Terkendala, Petugas Tambah Pompa Air dan Personel SAR

BRIFING: Personel Special Group (BSG) mendapatkan penjelasn terkait kondisi area pertambangan emas di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Sabtu (29/7). - Image

BRIFING: Personel Special Group (BSG) mendapatkan penjelasn terkait kondisi area pertambangan emas di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Sabtu (29/7).

JawaPos.com – Tim SAR gabungan terus berupaya mengevakuasi delapan penambang emas yang terjebak di lubang galian tambang di Pancuredang, Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah. Pada hari keempat pelaksanaan operasi SAR kemarin, jumlah personel kembali ditambah. Tambahan itu berasal dari tim Basarnas Special Group (BSG).

”Untuk hari ini (kemarin, Red), tim SAR gabungan yang dikerahkan berjumlah 220 personel,’’ ungkap Kepala Kantor SAR Cilacap Adah Sudarsa kemarin (29/7).

Ke-220 personel itu berasal dari Kantor SAR Cilacap, Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Jogjakarta, BSG, dan elemen lain.

Ratusan personel tersebut dibagi menjadi enam worksite (sektor kerja). Fokusnya masih melakukan upaya pengeringan sumur yang terendam. Utamanya di worksite A-1 sumur Bogor yang diduga merupakan lokasi delapan penambang tersebut terjebak. Proses pengeringan di sumur Bogor menggunakan lima pompa air submersible.

’’Jadi, untuk hari ini worksite-nya memang bertambah menjadi enam dari sebelumnya hanya lima sumur. Karena menurut warga, sumur keenam tersebut harus ikut dipompa agar dapat mengurangi debit air di sumur lainnya yang terendam,’’ jelasnya.

Pihaknya mengerahkan 25 pompa air untuk mengeringkan sumur. Jumlah tersebut bertambah dari yang sebelumnya hanya 13 pompa air. Meski begitu, penyedotan kemarin belum bisa signifikan. ’’Upaya penyedotan naik hampir dua kali lipat dari kemarin. Tapi, khusus yang di sumur Bogor itu berkurangnya hanya 1 meter. Jadi, ini masih menjadi kendala kami,’’ terangnya.

Sumur Dondong yang awalnya diperkirakan terjadinya kebocoran, sambung Adah, justru dapat dikeringkan hingga ke dasar. Dengan kondisi tersebut, dapat dikatakan antarsumur memang tidak saling terkoneksi satu sama lain. ’’Tadinya kita kira kalau sumur Dondong ini bisa kita keringkan, air di sumur lainnya pun ikut berkurang, tapi rupanya tidak,’’ ungkapnya. (gih/c6/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore