Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Juli 2023 | 18.52 WIB

Gubernur Jatim Sebut Guru Harus Upgrade Diri dan Kuasai TIK Siapkan Generasi Emas 2045

Pemerintah akan memasukkan lagi mata pelajaran teknologi informasi komunikasi (TIK) ke dalam kurikulum sekolah. - Image

Pemerintah akan memasukkan lagi mata pelajaran teknologi informasi komunikasi (TIK) ke dalam kurikulum sekolah.

JawaPos.com–Jatim kembali menjadi provinsi tertinggi dengan peserta terbanyak pada Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) 2023. Tercatat, sebanyak 16.273 dari total 79.919 peserta PembaTIK dari Jatim. Jumlah itu naik 15 persen dibanding 2021 yang tercatat 14.309 peserta.

Capaian itu menjawab penghargaan yang diterima Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu karena kesuksesannya dalam pelaksanaan transformasi digital di bidang pendidikan. Hal itu mendapat apresiasi dari Gubernur Khofifah. Meningkatnya jumlah peserta dalam pembaTIK tahun ini, menandakan bahwa guru di Jatim mempunyai komitmen tinggi dalam memajukan kualitas pendidikan. 

”Bagus dan tidaknya kualitas pendidikan di Jatim sebagian besar bergantung pada kualitas dan kinerja para guru. Jadi jika guru-guru di Jatim meng-upgrade diri dan kualitas kinerjanya, ini akan membantu peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Jatim,” urai Gubernur Khofifah.

Dengan capaian itu, dia berharap menjadi langkah awal yang baik dalam pelaksanaan PembaTIK 2023 dan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kompetensi TIK guru-guru di Jawa Timur.

”Kami sangat bersyukur dan bangga dan terima kasih kepada semua guru di Jatim atas capaian ini. Kebijakan Merdeka Belajar telah memantik semangat guru di Jatim untuk terus berinovasi dalam melakukan transformasi digital di era gempuran kecanggihan teknologi guna mencetak generasi unggul pada masa depan,” tutur Khofifah.

Gubernur menyadari ke depan, semua lini dan aspek akan bergantung pada teknologi. ”Tantangan teknologi ke depan sangat kompleks. Saat ini saja kita sudah masuk di era 5.0. Di mana teknologi yang bermain adalah berbasis AI dan robotik dan bersiap masuk metaverse. Jika guru tidak bisa menguasai teknologi akan ada kemunduran dalam pembelajaran pendidikan kita,” tegas Khofifah.

Penghargaan Transformasi Digital yang diraih Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berdasar upaya Pemprov Jatim yang berhasil mendorong peningkatan capaian Standar Pelayanan Minimum (SPM) Literasi dan Numerasi di tingkat Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus pada 2022. Tak hanya itu, guru di Jatim juga banyak memanfaatkan akun belajar.id.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Aries Agung Paewai menyebut, Jatim menjadi posisi pertama tertinggi peserta pembaTIK yaitu 16.273 sedangkan posisi kedua dari Provinsi Kalimantan Selatan dengan 13.390 peserta, disusul Jabar dengan 8.666 peserta.

Aries menambahkan, peminatan guru pada program PembaTIK yang digelar BLPT Pusdatin Kemdikbud Ristek, banyak manfaat yang akan didapatkan para guru melalui program PembaTIK. Salah satunya dalam meningkatkan kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru.

”Semoga guru-guru kita (di Jawa Timur) berhasil menyelesaikan PembaTIK sampai dengan level 4, dan terpilih menjadi peserta terbaik untuk menjadi Duta Teknologi. Sekaligus dapat menjadi inspirator praktik baik dalam pemanfaatan platform teknologi untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka,” jelas Aries.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore