Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Juli 2023 | 04.13 WIB

Aksi Keji Bapak Bunuh dan Perkosa Anak Kandung di Kediri: Masih Bisa Tersenyum, Mengaku Ingin Bunuh Diri

KEJAM: Tim Resmob Polres Kediri menggelandang Suprapto alias Totok dalam rilis kasus pembunuhan Desy Lailatul Khoiriyah. - Image

KEJAM: Tim Resmob Polres Kediri menggelandang Suprapto alias Totok dalam rilis kasus pembunuhan Desy Lailatul Khoiriyah.

JawaPos.com –”Saya sakit hati. Sering mengatakan saya stres.” Itulah alasan yang diungkapkan Suprapto alias Totok, 53, yang begitu tega menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri, Desy Lailatul Khoiriyah, 20.

Yang lebih miris, pria asal Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kediri tersebut juga melakukan aksi di luar nalar, memerkosa darah dagingnya sendiri pada Rabu (5/7) malam lalu.

Setelah itu, jasad Desy dimasukkan ke karung dan dibuang di dekat Taman Totok Kerot, Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu.

Kekejaman pria yang bekerja sebagai sopir itu dibeberkan dalam rilis Senin. Diketahui, Totok memang sudah merencanakan matang aksinya.

Dia mengaku mendatangi anaknya di rumahnya di Dusun Pagak, Desa Banggle, Ngadiluwih, sekitar pukul 21.00. Saat itu kondisi rumah sedang kosong.

Sulastri, 45, sang ibu, sudah ’’diungsikan’’ Totok ke Blitar. Sementara itu, Mariyono, 80, sang kakek, sedang mengikuti pengajian dan baru pulang pukul 23.00.

Dalam waktu kurang dari dua jam itulah, pria yang tidak lagi tinggal satu rumah dengan istrinya tersebut masuk ke kamar anaknya. Dia membungkam mulut korban.

’’Korban memberontak untuk melepaskan diri dan kepalanya terbentur hingga pingsan,” kata Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Rizkika Athmada Putra.

Bukannya kasihan, Totok membawa korban ke kamar mandi. Mulut Desy dilakban. Yang miris lagi, dia memerkosa buah hatinya hingga tak sadarkan diri. Belum puas. Totok mencelup-celupkan kepala putrinya ke bak mandi.

Setelah itu, Totok mengikat Desy. Tubuh gadis yang lemas tersebut ditekuk dan dimasukkan ke karung dua lapis yang sudah disiapkannya. Totok lantas membawa jasad anaknya. Setelah berkeliling, dia memutuskan meletakkan karung di drainase dekat Taman Totok Kerot.

Dari hasil pemeriksaan polisi, diketahui ternyata Totok juga membawa sejumlah barang dan uang milik anaknya.

Meski mengaku menyesal, Totok terlihat begitu santai. Pria yang betis kanannya dihadiahi timah putih itu masih bisa melempar senyum. Dia juga menyampaikan cerita yang kebenarannya belum diketahui. Di antaranya, tentang usahanya melakukan bunuh diri selama kabur.

’’Saya membeli potas (untuk bunuh diri, Red). Saya juga sudah menulis surat wasiat,” ujarnya. (sad/ut/c7/ris)

FAKTA LAIN DI BALIK PEMBUNUHAN ANAK OLEH BAPAKNYA

- Berdasar keterangan Sulastri (istri Totok), Totok dan Desy memang tidak dekat. Sebab, pelaku tidak pernah ikut merawat anaknya. Totok baru bertemu dengan Desy saat dia duduk di bangku SD. Totok juga tidak pernah memberi nafkah.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore