
Pameran gambar dan lukisan Hikayat Gambar di Creative Center Ahmad Djuhara Gedung Negara Kota Cirebon.
JawaPos.com–Gambar mewakili ekspresi sebagai untuk menyampaikan pesan. Itu dilakukan pada masa purba saat awal komunikasi masih sangat terbatas.
Manusia purba memakai gambar seperti doa melalui proses mengalami. Juga sebagai monumen eksistensi.
”Itu seperti altar. Insting atau intuisi itu bahkan sudah ada sejak kecil pada saat anak usia balita mencoret-coret dinding,” kata kurator lukisan Daniel Adenis saat diskusi Seni Rupa Pameran Seni Rupa Hikayat Gambar memperingati bulan menggambar nasional di Creative Center Gedung Negara Kota Cirebon, Rabu (10/5).
Gambar menurut dia, ada karena ada garis dan tarikan garis dimulai dari titik hingga menjadi bentuk.
Dia menjelaskan, secara umum seni gambar berkembang di Eropa. Dipelajari hingga dikotak-kotakan menjadi aliran. Seperti realis, abstrak, dan lain-lain.
”Sedangkan di negara-negara Arab dan Islam kurang berkembang karena ada hambatan,” papar Daniel.
Diskusi Pameran Seni Rupa Hikayat Gambar memperingati Bulan Menggambar Nasional di Gedung Negara Kota Cirebon.
Menurut dia, di Indonesia perkembangan gambar tak bisa lepas dari proses kolonial atau penjajahan. Saat itu bangsa Eropa menggambar flora dan fauna atau benda-benda khas lokal seperti keris dan lainnya.
”Mereka juga membuat gambar peta,” ujar Daniel.
Seni dan seniman gambar sempat lesu saat ditemukan teknologi fotografi. Namun, lanjut Daniel, para seniman itu akhirnya bangkit dan kembali berkarya.
Sementara itu, M. Agung Abul, praktisi dan pendiri Biennal, Kabupaten Kuningan, mengatakan, perkembangan gambar di Indonesia tak bisa lepas dari jalur rempah. Membawa masuk pengaruh dari luar.
”Saat ini, banyak komunitas-komunitas seni. Ini membawa warna baru. Seni makin produktif,” papar Agung.
Diskusi dipandu moderator Agus Suwanda, praktisi dan seniman glasses itu dilanjutkan dengan sesi interaktif atau tanya jawab.
Dalam kesempatan itu, Hasratman, praktisi pendidikan khusus bertanya tahap-tahap untuk mempelajari seni khususnya seni rupa atau menggambar. Dia juga bertanya soal menggambar atau seni untuk anak berkebutuhan khusus.
”Kami memiliki anak berkebutuhan khusus. Ada yang autis. Salah satu dari mereka sepertinya bisa fokus atau merasa tenang dan nyaman saat menggambar. Apakah perlu ada treatment khusus?” ujar Hasratman.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
