Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Mei 2023 | 01.18 WIB

Misteri yang Menyelimuti Jembatan Asem Buntung, Ponorogo

SUDAH 50 TAHUN: Konon katanya, di ujung jembatan ada sosok tinggi besar yang mengagetka para pengendara hingga mereka mengalami kecelakaan. - Image

SUDAH 50 TAHUN: Konon katanya, di ujung jembatan ada sosok tinggi besar yang mengagetka para pengendara hingga mereka mengalami kecelakaan.

Jembatan yang menghubungkan Desa Jingglong dan Dusun Asem Buntung, Nuraman, Mangkujayan, Ponorogo, ini sekilas tampak seperti jalan biasa. Namun, selama hampir 30 tahun berdiri, banyak sekali cerita misteri yang menyertai.

---

HANDOKO Sangrok, 70, warga sekitar, mengatakan bahwa dirinya memang sering mendengar cerita-cerita aneh dari warga yang melintasi jembatan tersebut. ’’Ini hitungannya jembatan baru dibangun tahun 1970-an untuk jalur alternatif karena jembatan di Desa Jarak atau Jalan Soekarno-Hatta itu ambruk,’’ ungkapnya.

Dulu tidak ada jalan besar seperti sekarang. Hanya jalan setapak desa. Sebagian lokasi jembatan tersebut dulunya merupakan bagian dari makam Asem Buntung. Sehingga untuk menjadi lajur alternatif khususnya untuk bus yang hendak melintas ke Jawa Tengah via Wonogiri, jalan serta jembatan tersebut dibangun dan selesai pada 1977.

Sangrok mengatakan bahwa selepas adanya jembatan tersebut, bus-bus mulai melewatinya dan keanehan pun terjadi. Salah satunya adalah seringnya terjadi kecelakaan bus dan kendaraan lain di jembatan tersebut. ’’Di tahun 1980-an sampai 1990-an sering sekali memang kecelakaan. Bus terguling masuk ke kali, mobil, motor juga,’’ ungkapnya.

Jika mengalami kecelakaan di jembatan tersebut, hampir semua korban meninggal dunia. ’’Entah ini karena bentuk jalan yang meliuk-liuk atau memang ada hal mistis,’’ tuturnya. Tapi, saat dilihat di lokasi jembatan sepanjang 10 meter itu memang dari arah utara jalan cukup meliuk-liuk.

Terlebih kondisi tanah yang naik turun juga cukup berbahaya dan rawan kecelakaan jika pengemudi tidak berkonsentrasi. ’’Tapi, konon kabarnya juga ada sesosok yang tiba-tiba muncul di sekitar jembatan dan membuat konsentrasi pengemudi buyar,’’ ungkapnya.

Sosok itu pernah diceritakan salah satu korban kecelakaan yang selamat. Digambarkan sosok tersebut seperti orang dengan tinggi beberapa meter dan bertubuh gelap yang berada tepat di ujung jembatan sisi selatan. Dengan kata lain, lokasinya berada pas dengan posisi makam Asem Buntung.

’’Tapi, ini masih cerita-cerita saja. Kebetulan di sini juga dulu sekitar sebelum 2010-an lokasinya minim cahaya dan jembatan sempit, tidak selebar sekarang,’’ katanya. Makam di selatan jembatan itu memang sudah ada sejak dia kecil.

Sebelum menjadi pemakaman umum seperti sekarang, dulu merupakan makam keluarga pembabat desa di sana. ’’Dulunya makam keluarga, terus ada pohon asem di tengah-tengahnya dan roboh, makanya dinamakan Asem Buntung,’’ tuturnya.

Bahkan, hingga sekarang pohon asem di sana masih ada dan tumbuh kembali seiring waktu. Mengenai apakah ada makam seseorang yang dikeramatkan, dia mengatakan tidak ada. ’’Tidak ada, tapi memang dulu waktu saya kecil di sana banyak pohon besar, termasuk asem, biasanya dibuat nyadran atau menaruh sesajen,’’ kata Sangrok.

Sementara itu, Mugihantoro, 50, warga yang tinggal dekat dengan jembatan tersebut, mengatakan bahwa ada juga beberapa kejadian mistis lain di Jembatan Asem Buntung yang didengar olehnya.

Salah satu yang masih diingatnya saat dia masih kecil adalah adanya kejadian seorang ibu yang lari histeris dari jembatan ke warga karena tukang becak yang dinaikinya hilang misterius. ’’Saya masih SMP kalau tidak salah itu ibunya lari dari jembatan malam-malam,’’ ungkapnya.

Dari cerita yang didengarnya, ada seorang ibu dari arah Alun-Alun Ponorogo ingin menuju utara melewati jembatan tersebut dengan menaiki becak. Ibu yang kecapekan itu tidak banyak berbicara dengan tukang becak.

’’Katanya saat sampai di atas jembatan, becaknya minggir, kemudian berhenti,’’ ungkapnya. Penumpang kebingungan, akhirnya langsung menoleh ke belakang. ’’Tapi, tukang becaknya hilang, nggak tahu ke mana. Ibunya tolah-toleh nggak ada, terus lari ke bawah ke warga,’’ ujarnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore