
Kapolda Sumbar Irjen Polisi Suharyono.
JawaPos.com–Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat Inspektur Jenderal Polisi Suharyono menyatakan, sebanyak tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan persekusi terhadap dua perempuan pemandu lagu di Kabupaten Pesisir Selatan.
”Kita telah periksa tujuh orang saksi dan ditetapkan tiga orang tersangka. Kita masih mengumpulkan bukti yang cukup untuk melakukan penahanan,” kata Kapolda Suharyono seperti dilansir dari Antara di Padang, Senin (17/4).
Dia mengatakan, tiga tersangka itu sudah dalam pengamanan petugas kepolisian. Saat ini tinggal menunggu bukti yang cukup untuk dilakukan penahanan.
Menurut Kapolda, tindakan persekusi yang dilakukan para tersangka dengan cara menelanjangi dan merendam dua perempuan di air laut saat malam hari sangat tidak terpuji.
”Harusnya hal itu tidak terjadi dan tindakan yang dilakukan para pemuda itu adalah tindak pidana yang memiliki konsekuensi hukum,” ujar Kapolda Suharyono.
Menurut dia, tindakan yang dilakukan para pelaku untuk menjaga kesucian Ramadan dengan menutup warung karaoke yang beroperasi dan kemudian melakukan persekusi terhadap dua perempuan yang berada di lokasi itu sangat tidak dibenarkan.
”Apa yang dilakukan itu terkait etika, namun yang dilakukan pemuda ini berat, termasuk merendahkan kehormatan dan menyentuh organ yang harusnya tak disentuh,” ucap Suharyono.
Kapolda menjelaskan, proses hukum terhadap para pelaku persekusi terus berjalan. Setiap perkembangan dari penanganan kasus itu akan disampaikan kepada masyarakat.
Dia menambahkan, akan melakukan penertiban terhadap anggota kepolisian yang seharusnya dapat melakukan tindakan pencegahan sehingga hal ini tidak terjadi.
”Harusnya pihak kepolisian dulu yang turun melakukan pengamanan, bukan masyarakat seperti yang terjadi saat ini,” terang Suharyono.
Sebelumnya, dua orang perempuan diduga sebagai pemandu lagu di salah satu kafe di Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, diarak warga setempat hingga diceburkan ke laut, bahkan perempuan itu nyaris ditelanjangi.
Kasatreskrim Polres Pesisir Selatan Ajun Komisaris Polisi Hendra Yose membenarkan peristiwa tersebut dan menyebut tindakan warga dipicu masih beroperasinya kafe saat Ramadan.
”Faktor karena (perempuan) di kafe yang buka juga saat Ramadan sehingga masyarakat marah,” kata Hendra saat dihubungi, Selasa (11/4).

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
