
RAMAI: Warga memadati badan Jembatan Besuk Kobokan yang baru sepekan dibuka.
JawaPos.com – Tak hanya jadi akses penghubung warga, jembatan baru Besuk Kobokan Lumajang kini jadi ”destinasi wisata” dadakan. Jembatan penghubung utama Malang–Lumajang itu jadi tempat selfie dan nongkrong warga.
Sampai-sampai, UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan (P3-LLAJ) Dishub Jember menerjunkan petugas untuk melakukan penertiban. Sebab, mereka berpotensi mengganggu arus lalu lintas jembatan.
Dari pantauan Jawa Pos di sekitar jembatan, banyak warga yang sengaja singgah ke jembatan itu. Salah satunya Frenky, 37. Dia mengajak istri dan anaknya datang ke jembatan yang baru dibuka sepekan lalu tersebut.
’’Kalau saya sudah sering. Istri sama anak-anak yang belum pernah lihat,’’ ucap lelaki asal Tempeh, Lumajang, itu.
Bahkan, ada sebagian warga yang sampai menggelar alas untuk nongkrong sambil menikmati pemandangan Sungai Curah Kobokan dan perbukitan yang melingkar di sepanjang jembatan.
Situasi itu membuat petugas UPT PPP- LLAJ Jember harus menertibkan warga di sekitar jembatan. Sebab, aktivitas tersebut cukup mengganggu arus lalu lintas.
’’Ayo jangan nongkrong di sini. Segera geser,’’ ujar Edi Nahwatip, petugas unit tersebut.
Hingga kemarin, Jembatan Besuk Kobokan masih dibuka secara fungsional. Tidak semua kendaraan boleh melintas. (elo/c6/ris)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
