
Warga Jawa Tengah yang merantau ke Pulau Sumatera mengikuti program mudik gratis yang digagas Gubernur Ganjar Pranowo, Kamis (13/4).
JawaPos.com–Bisa mudik ke kampung halaman, menjadi impian jutaan perantau pada momen indah Idul Fitri.
Seperti halnya Supri, pedagang bakso di Medan, yang rela menahan rindu kampung halaman karena sudah belasan tahun tak bisa mudik. Tahun ini, mimpi Supri bisa menginjakkan kaki kembali di Semarang akhirnya terwujud berkat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Digelar secara virtual, Ganjar melepas rombongan mudik gratis bagi warga Jawa Tengah yang merantau ke Pulau Sumatera, Kamis (13/4). Ada sekitar 800 pemudik yang ikut serta dalam program tersebut. Salah satunya adalah Supri.
Pria tersebut sudah merantau ke Medan sejak 2009 untuk berjualan bakso. Saat berbincang virtual dengan Ganjar, Supri tak bisa menyembunyikan kebahagiaan. Sebab, sudah 11 tahun dia tak mudik ke kampung halaman di Semarang.
”Terima kasih Pak Ganjar sudah menyiapkan fasilitas mudik gratis ini. Saya sudah sebelas tahun Pak nggak mudik,” kata Supri kepada Ganjar.
Kebahagiaan juga dirasakan Wati, warga Tanon, Sragen, yang sudah merantau di Medan sejak 17 tahun lalu. Selama merantau, Wati berjualan jamu untuk bisa menghidupi keluarga di Sragen.
Sekitar 800 pemudik ikut serta dalam program mudik gratis Gubernur Ganjar Pranowo.
”Alhamdulillah terima kasih mudik gratisnya,” kata Wati.
Ketua Semua Anak Rantau (Semar) Nusantara Sumardi mengatakan, seluruh perantau dari Jawa Tengah merasakan kebahagiaan dan keharuan dengan program mudik gratis dari Ganjar. Sebab, seperti Supri dan Wati, banyak perantau yang rela memendam rindu kampung halaman selama belasan tahun karena harus bekerja mencari uang untuk keluarga.
”Mewakili seluruh perantau, matur nuwun Bapak yang sudah bersedia maringi fasilitas mudik Lebaran gratis untuk saudara-saudara di Sumatera Utara khususnya dan Sumatera umumnya. Sekali lagi, sebagai ketua Semar Nusantara kami ucapkan terima kasih kepada Bapak,” ujar Sumardi.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap para pemudik dari Sumatera bisa tiba di Jawa Tengah dengan aman. Sehingga bisa berkumpul dan melepas rindu bersama keluarga.
”Mudah-mudahan ini bagian dari kontribusi seluruh komponen masyarakat yang bergotong-royong untuk mengantarkan saudara-saudara kita di perantauan agar bisa mudik. Tadi ada yang sebelas tahun nggak mudik,” ujar Ganjar.
Idul Fitri tahun ini, Gubernur Ganjar menggelar program mudik gratis melalui beberapa moda transportasi. Ada armada bus yang telah disiapkan untuk mengantar mudik para perantau asal Jateng di Jakarta dan sekitarnya. Kemudian, mudik gratis dengan kereta api yang sudah masuk tahap registrasi ulang.
Selain itu, ada program angkutan barang yang bisa dimanfaatkan pemudik untuk mengangkut motor mereka. Ganjar menekankan kepada pemudik agar memanfaatkan program tersebut dengan baik. Dia juga mengimbau agar perantau menggunakan transportasi umum demi keamanan di perjalanan.
”Jangan sampai nanti keretanya sudah kami sewa dan mubazir. Karena, pengalaman tahun lalu banyak yang tidak datang. Maka, sekarang model kami pakai sistem. Yang mau membatalkan segera batalkan agar bisa diisi penumpang lain,” ujar Ganjar.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
