
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menerima peta bahaya tsunami pesisir Bantul dari BMKG di Ruang Bupati, Kamis (29/12). Humas Pemkab Bantul/Antara
JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta menyerahkan peta potensi bahaya tsunami yang diakibatkan gempa bumi di wilayah pesisir selatan daerah tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta.
”Kami baru saja kami menerima peta bahaya tsunami oleh BMKG. Nanti kita rilis terutama ke masyarakat Bantul,” kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih seperti dilansir dari Antara di Bantul, Kamis (29/12).
Menurut dia, peta bahaya tsunami yang dikembangkan BMKG tersebut akan segera disampaikan kepada masyarakat. Terutama yang berdasar pemetaan berada di kawasan yang paling terkena dampak gelombang laut ketika gempa bumi terjadi.
”Agar masyarakat mengetahui potensi sejauh mana tsunami itu akan mencapai pada daratan yang terjauh, akan kita rilis agar masyarakat yang berada pada posisi itu bisa memiliki kesiapsiagaan,” ujar Abdul Halim Muslih.
Bupati mengatakan, paparan dari BMKG tentang potensi tsunami di laut selatan DIJ ini penting dilakukan. Sebab, Bantul adalah kabupaten yang pernah mengalami gempa bumi dan bahkan mempunyai potensi gempa yang bisa berdampak gelombang tsunami.
”Jadi, bagaimana kemungkinan gempa bumi dan lalu menghasilkan tsunami baik dalam beberapa hari maupun beberapa tahun terakhir ke depan ini perkiraan bagaimana?” tutur Abdul Halim Muslih.
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Jogjakarta Setyo Aji Prayudi dalam paparannya mengatakan, provinsi DIJ khususnya Kabupaten Bantul merupakan daerah gempa. Secara historis dan juga berdasar data maupun pengamatan sering terjadi gempa di wilayah tersebut.
”Sehingga kita melakukan langkah-langkah memitigasi bagaimana meminimalkan dampak akibat gempa bumi. Karena itu kami BMKG membuat kajian yang berbentuk peta tsunami berdasar skenario terburuk,” terang Setyo Aji Prayudi.
Menurut dia, tsunami diawali dengan gempa bumi besar. Seperti diketahui, pesisir selatan terdapat subduksi yang menyimpan potensi gempa bumi yang diperkirakan bisa memicu sampai kekuatan 8,8 magnitudo.
”Oleh karena itu, kita coba melakukan permodelan dengan peta, sehingga kita bisa dapatkan kira-kira kapan waktu kedatangan gelombang tsunami, ketinggian gelombang dan jarak, harapannya informasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk mitigasi bencana,” ucap Setyo Aji Prayudi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
