Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Desember 2022 | 17.10 WIB

Disbudpar Kabupaten Cirebon Monitoring Tempat Wisata Jelang Tahun Baru

Sejumlah seniman berlatih gamelan di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon. Istimewa - Image

Sejumlah seniman berlatih gamelan di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon. Istimewa

JawaPos.com–Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon melakukan kegiatan monitoring akhir tahun. Kegiatan tersebut untuk mengetahui tingkat kunjungan wisatawan dan pelaksanaan protokol kesehatan di tempat-tempat wisata unggulan di Kabupaten Cirebon.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon Deni Nurcahya mengatakan, secara khusus pihaknya tidak menggelar event besar pada akhir tahun. Namun, sebagian besar objek wisata di Kabupaten Cirebon memiliki acara khusus selama libur tahun baru.

”Setelah Covid-19 melandai memang tren kunjungan wisata di Kabupaten Cirebon meningkat. Nah jelang akhir tahun ini di mana banyak agenda wisata kami melakukan monitoring. Ini untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan selama berkunjung di objek wisata yang ada di Kabupaten Cirebon,” tutur Deni.

Dia menjelaskan, beberapa objek wisata unggulan di Kabupaten Cirebon di antaranya Makam Sunan Gunung Jati, sentra Batik Trusmi, Kampung Sabin, hutan/taman mangrove di Ambulu (Losari), sentra kuliner, dan lainnya.

”Monitoring juga sebagai bahan evaluasi untuk strategi dan kebijakan pengembangan pariwisata Kabupaten Cirebon ke depan,” ucap Deni.

Dia menjelaskan, berdasar data jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Cirebon terus meningkat. Sekitar 1,5 juta wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Cirebon tahun ini.

”Tahun depan target kita masih sama. Syukur-syukur dengan kondisi Covid-19 yang terus melandai lebih banyak lagi kunjungan wisatawan ke Kabupaten Cirebon. Karena itu diharapkan semua menjaga protokol kesehatan agar Covid-19 makin terkendali,” papar Deni.

Dia menambahkan, pergerakan sektor wisata ini mendorong kegiatan ekonomi lainnya. Sebab, para turis itu pasti membutuhkan akomodasi, kuliner, oleh-oleh, dan lainnya.

”Ini kan pasti menggerakkan ekonomi masyarakat khusus industri pariwisata. Di sisi lain menjadi wadah para pelaku seni berkarya dengan menghibur para wisatawan dengan sejumlah kesenian yang ditampilkan,” ucap Deni.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore