Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Desember 2022 | 20.48 WIB

3 Macan Tutul Turun dari Gunung Raung, Warga pun Geger

MACAN: Edi Santoso (duduk) menunjukkan lokasi penampakan macan tutul yang sempat dilihat pada Jumat (2/12) di Perkebanunan Bayu Kidul, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Senin (5/12). (Lugas/Jawa Pos Radar Banyuwangi) - Image

MACAN: Edi Santoso (duduk) menunjukkan lokasi penampakan macan tutul yang sempat dilihat pada Jumat (2/12) di Perkebanunan Bayu Kidul, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Senin (5/12). (Lugas/Jawa Pos Radar Banyuwangi)

JawaPos.com – Warga Dusun Kampung Anyar, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, digegerkan penampakan macan tutul yang turun dari Gunung Raung, Senin (5/12).

Ada tiga ekor macan tutul yang diketahui mondar-mandir di sekitar kebun milik warga. Sempat mencuat isu bahwa fenomena tersebut akibat dugaan meningkatnya aktivitas vulkanis Gunung Raung. Namun, hal itu dipastikan tidak ada kaitannya.

Edi Santoso, salah seorang warga Dusun Kampung Anyar, mengaku melihat satwa itu berkeliaran di sekitar lereng Gunung Raung. ’’Saya dua kali bertemu,” ujar pria 42 tahun tersebut.

Dia mengaku kali pertama melihatnya pada Jumat (2/12) siang. Jaraknya dengan macan tutul hanya sekitar 10 meter. ”Macan tutul sedang duduk, tingginya sekitar 60 sampai 70 sentimeter,” terangnya.

Selang dua hari kemudian, Edi kembali ”berjumpa” dengan binatang tersebut saat sedang mengolah kebun jahe yang letaknya tak jauh dari lokasi pertama. ”Tapi, yang ini ukurannya lebih besar dari sebelumnya,” jelasnya.

Kepala Dusun Kampung Anyar, Desa Sumberarum, Wagiyono mengaku telah mendapatkan laporan dari sejumlah warga. ”Diduga ada tiga yang sering turun. Ada yang besar, sedang, dan kecil,” jelasnya.

Setelah mendapatkan laporan, aparat Polsek Songgon bersama babinsa hingga bhabinkamtibmas langsung menuju lokasi ditemukannya satwa tersebut. ”Kami mengimbau warga sekitar jika melihat jangan dibunuh. Sebab, macan tutul satwa yang dilindungi,” kata Kapolsek AKP Eko Darmawan.

Di bagian lain, pengamat Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Raung Agung Tri Subekti kemarin (5/12) memastikan turunnya macan tutul dari gunung bukan karena peningkatan aktivitas vulkanis. ”Memang, biasanya ketika satwa turun gunung, biasanya ada peningkatan aktivitas vulkanis. Tapi, untuk kasus macan tutul ini karena sebab lain,” ujarnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore