Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 November 2022 | 03.18 WIB

Hasil otopsi Korban Tragedi Kanjuruhan Sudah Keluar

Stadion Kanjuruhan Malang. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Stadion Kanjuruhan Malang. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Keluarga DAY, 41, korban tragedi Kanjuruhan Malang belum juga mendapatkan hasil otopsi. Padahal dua mendiang putrinya, NDR, 16, dan NDB, 13, sudah menjalani otopsi pada 5 November.

Padahal berdasar informasi, pemeriksaan otopsi dan patologi forensik NDR dan NDB sudah rampung. Namun hasilnya belum juga diterima pihak keluarga.

Kabar itu disampaikan pengacara keluarga korban, Imam Hidayat. Dia mengaku mengetahui hal itu usai mendapat kabar dari Ketua Perhimpunan Dokter Forensik (PDFI) Jawa Timur Nabil Bahasuan.

”Kata dokter Nabil itu (hasil otopsi) sudah selesai. Hari ini (29/11) selesai, tinggal di-print. Nanti dipersilakan penyidik yang mengambil. Karena otopsi, atas permintaan penyidik, artinya dikembalikan ke penyidik,” tutur Imam, Selasa (29/11).

Hasil otopsi itu seharusnya diumumkan polisi sebagai pihak yang berwenang dalam pengusutan kasus. Berdasar aturan KUHAP, polisi berhak mengumumkan hasil otopsi ke publik atau menutupinya dari masyarakat.

Meski demikian, Imam menyebut, keluarga DAY sangat ingin mengetahui apa penyebab berpulangnya NDR dan NDB. Namun hingga kini polisi tak juga memberikan kabar terkait hasil otopsi.

”Keluarga sih sangat ingin tahu hasilnya. Nanti setelah dilimpahkan ke penyidik, mungkin kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan hasil otopsi itu,” ucap Imam.

Sebelumnya, DAY mengaku lega setelah putrinya diotopsi. Dua putrinya tak memiliki beban setelah diotopsi dengan metode ekshumasi atau pembongkaran makam.

”Lega bisa memakamkan mereka kembali, sekarang sudah tidak punya beban,” ungkap DAY, Sabtu (5/11), di Desa Krebet Senggrong, Malang.

Dia berharap hasil otopsi bisa mendatangkan keadilan bagi anak-anaknya. Dia meyakini mereka meninggal karena gas air mata kedaluwarsa. ”Bukan kelalaian. Unsurnya sudah pembantaian. Mereka (polisi) sengaja bawa senjata,” tegas dia.

Jika memang terbukti gas air mata menjadi penyebab kematian, dia ingin semua polisi yang menembakkan gas air mata dihukum seberat mungkin. ”Anak saya tidak salah. Mereka duduk di tribun dan dibantai,” tutur dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore