Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 April 2022 | 19.58 WIB

Jalur Tol Palikanci Tersendat Akibat Bus Terperosok di Km 210

Kendaraan arah Jawa Tengah yang sempat tersendat di Km 204 Tol Palimanan–Kanci Cirebon, Kamis (28/4). - Image

Kendaraan arah Jawa Tengah yang sempat tersendat di Km 204 Tol Palimanan–Kanci Cirebon, Kamis (28/4).

JawaPos.com–Arus lalu lintas di Jalur Tol Palimanan–Kanci (Palikanci) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tersendat pada Kamis (28/4) sekitar pukul 10.40 WIB. Sebab, ada bus terperosok di Km 210.

”Iya ada bus terperosok (di Km 210),” kata Kasatlantas Polres Cirebon Kota AKP Triyo Raharja seperti dilansir dari Antara di Cirebon, Kamis (28/4).

Saat ini, petugas sedang melakukan evakuasi untuk memperlancar arus lalu lintas. Arus lalu lintas di jalur tol tersebut agak tersendat, namun kendaraan masih bisa berjalan lancar, karena ada petugas yang mengatur lalu lintas.

Dia menjelaskan, bus yang terperosok tersebut masih dievakuasi petugas, agar arus kendaraan yang melewati jalur tersebut bisa lancar kembali. ”Kita masih melakukan evakuasi kendaraan,” tutur Triyo

Berdasar pantauan, kendaraan yang melintas di jalur itu sempat tersendat hingga kilometer 204. Namun saat ini, kendaraan sudah bisa berjalan normal. Pada hari yang sama sempat terjadi antrean kendaraan di jalur itu karena ada bus yang mengalami pecah ban di Km 194.

”Tadi ada bus pecah ban, namun saat ini sudah selesai dan sudah lancar kembali,” kata Kasatlantas Polresta Cirebon Kompol Alan Haikel.

Sementara itu, Kepolisian Resor Garut memberlakukan sistem satu arah (one way) di jalur nasional Jawa Barat (Jabar) selatan lintas Limbangan–Malangbong, Kabupaten Garut. Itu dilakukan untuk mengurai kepadatan karena telah terjadi peningkatan arus lalu lintas kendaraan pemudik Lebaran di jalur itu, Kamis (28/4) pagi.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut AKP Undang Syarif Hidayat membenarkan jajarannya memberlakukan sistem satu arah dari arah Bandung menuju Tasikmalaya selama 15 menit untuk mengurai kemacetan di jalur Limbangan dan Malangbong. ”Untuk saat ini baru satu kali melaksanakan one way kurang lebih hanya 15 menit, dipandang efektif untuk mengurangi kepadatan di Limbangan,” terang Undang.

Dia menjelaskan, sistem satu arah itu diberlakukan secara situasional yang diprioritaskan di jalur mudik nasional dari arah Bandung menuju Tasikmalaya. Pemberlakuan satu arah dalam waktu tertentu itu cukup efektif mengatasi kemacetan di titik-titik rawan kemacetan seperti di Pasar Limbangan.

Kondisi lalu lintas di jalur nasional Limbangan yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung, hingga Malangbong yang berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya dalam kondisi masih bisa diatasi sehingga tidak terjadi kemacetan panjang. ”Untuk masalah jalur masih bisa kita atasi dan tidak ada kemacetan,” ucap Undang Syarif Hidayat.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore