
Business forum digelar DPMPTSP Semarang. Istimewa
JawaPos.com–Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Timur menggandeng 2 provinsi lain dalam agenda Business Forum di Kota Semarang. DPMPTSP Jawa Timur berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Tiga provinsi itu akan mengembangkan program iPro atau Onvestment Project Ready to Offer. Kolaborasi tiga provinsi akan memberi banyak informasi kepada investor. Dengan business forum, ketiga provinsi memberikan berbagai pilihan untuk berinvestasi di Indonesia.
”Ini juga dalam rangka mengejar target investasi yang diberikan Presiden Joko Widodo Rp 1.200 triliun pada 2022,’’ kata Kepala DPM PTSP Jawa Timur Aris Mukiyono pada Kamis (17/3).
Program Matchmaking juga digelar untuk mempertemukan pelaku usaha dari tiga provinsi tersebut. Mereka bergerak di bidang agro serta makanan dan minuman.
Kegiatan itu akan kembali digelar pada September. Akan ada kegiatan semacam business forum di Thailand. Aris meminta perwakilan dari Kedutaan Besar Indonesia di Thailand untuk mencari potensi ekspor dan bagaimana untuk mencapai potensi itu. ”Matchmaking lebih fokus dan efektif,’’ ungkap Aris.
Acara itu juga mengundang beberapa pemateri. Di antaranya adalah tiga kepala DPMPTSP dari masing-masing provinsi. Selain itu, Yos Harmen, direktur wilayah IV BKPM.
”Informasi yang disampaikan secara umum tentang layanan perizinan, infrastruktur, serta gambaran PDRB masing-masing wilayah,” papar Aris.
Dia mencontohkan dengan gambaran di Jawa Timur. Ada proyek strategis nasional yang memberi kontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi. DPMPTSP Jawa Timur memanfaatkan kontribusi tersebut untuk peningkatan investasi tersebut. ”Tugas kami, investasi harus bisa berkembang,’’ imbuh Aris Mukiyono.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Jawa Tengah Ratna Kawuri mengatakan, investasi di wilayahnya bukan untuk dikompetisikan, tapi dikolaborasikan. Pemerintah Jawa Tengah berupaya membangun konektivitas antardaerah, antarbidang, dan antarprovinsi.
”Kami tidak hanya fokus pada indeks kinerja utama (IKU) saja, kami juga harus melirik tetangga,’’ ungkap Ratna.
Dia juga menceritakan tiga potensi ekspor Jawa Tengah. Antara lain, industri makanan dan minuman, tekstil, serta industri olahan. Impornya, 86 persen berupa barang modal dan bahan baku. Ketergantungan impor sangat tinggi.
”Kami sedang mengupayakan industri olahan bisa menjadi substitusi industri impor,’’ terang Ratna.
Noneng, kepala DPM PTSP Jawa Barat mengatakan, PDRB Jawa Barat paling tinggi adalah industri. Yakni 42 persen terhadap perekonomian Jawa Barat. Kontribusi terhadap perekonomian pada sisi industri nasional mencapai 24 persen. ”Investor terbanyak pada sektor otomotif,’’ papar Noneng.
Dia sepakat kolaborasi menjadi strategi yang sangat tepat. Jawa Barat tidak ingin maju sendiri. Noneng menyebut, kemajuan investasi di Jawa Barat harus diikuti daerah lain. Karena itu, kolaborasi antardaerah harus dilakukan.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Direktur Wilayah IV BKPM Yos Harmen. Dia menilai business forum tiga provinsi merupakan langkah strategis untuk mengejar target investasi pada 2022. ”Ini upaya bersama, kerja sama pada bidang investasi yang sangat ideal,’’ ucap Yos.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
