
Ilustrasi tugu Jogjakarta, ikon Kota Jogjakarta. Eka A.R./Antara
JawaPos.com–Pemerintah Kota Jogjakarta berencana memperketat aturan perjalanan dan penerapan protokol kesehatan saat libur Natal dan tahun baru (nataru). Kebijakan itu untuk mengantisipasi potensi meningkatnya kasus Covid-19.
”Secara detail, belum ada informasi dari pusat mengenai aturan baru yang akan ditetapkan saat libur Natal dan tahun baru. Tetapi, bagi pemerintah daerah yang perlu dilakukan adalah memastikan tidak terjadi kerumunan dalam jumlah besar,” kata Wakil Wali Kota Jogjakarta Heroe Poerwadi seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta, Selasa (7/12).
Menurut dia, upaya untuk mengantisipasi munculnya potensi kerumunan dapat dilakukan dengan memperketat aturan perjalanan dan penerapan protokol kesehatan. Selain itu, kewajiban sudah menjalani dua kali vaksinasi bagi pelaku perjalanan.
Kerja sama dengan usaha jasa pariwisata seperti hotel, lanjut Heroe, juga akan dikuatkan. Sebab, dimungkinkan wisatawan yang datang saat libur Natal dan tahun baru didominasi rombongan keluarga dengan kendaraan pribadi.
”Wisatawan pasti akan langsung datang ke hotel sehingga pemenuhan syarat perjalanan menjadi sangat penting untuk dicek kembali saat mereka sudah sampai di Jogjakarta,” ujar Heroe.
Sedangkan untuk wisatawan yang datang berombongan menggunakan bus pariwisata, Heroe menyebut, akan tetap menerapkan kebijakan one gate system. Yakni melakukan skrining di Terminal Giwangan untuk memastikan seluruh wisatawan sudah divaksinasi.
”Selama tiga bulan terakhir, bisa dibilang kasus di Kota Jogjakarta sangat terkendali. Pasien yang terkonfirmasi positif pun banyak yang tidak menunjukkan gejala sakit,” tutur Heroe.
Selain itu, pemeriksaan yang dilakukan kepada kontak erat pasien juga menunjukkan hasil tidak ada penularan yang meluas.
”Hal ini dimungkinkan karena seluruh warga di Jogjakarta sudah divaksinasi sehingga sudah tercipta herd immunity. Jadi, saat libur Natal dan tahun baru nanti yang penting adalah memastikan wisatawan yang datang dalam kondisi sehat,” papar Heroe.
Penghapusan rencana penerapan PPKM level 3 secara nasional saat libur Natal dan tahun baru, lanjut Heroe, akan disambut baik masyarakat dan pelaku ekonomi. ”Meskipun mobilitas dimungkinkan tetap naik tetapi tidak akan terlalu tinggi. Sebab, sekolah juga tidak libur. Namun demikian, pembatasan-pembatasan tetap harus dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan ketat,” terang Heroe.
Saat malam perayaan tahun baru, Heroe memastikan, tidak akan memberikan izin keramaian yang bisa mengundang massa. ”Kami akan berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI serta pihak berwenang lain untuk memecah konsentrasi keramaian. Kami siapkan strateginya supaya tidak ada kerumunan,” ucap Heroe.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
