Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Desember 2021 | 19.03 WIB

Sultan-Kang Emil Sepakat Lupakan Masa Lalu untuk Persatuan Bangsa

Gubernur DI Jogjakarta Sri Sultan HB X (kanan) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan penandatanganan kesepakatan sinergi Jogjakarta-Jawa Barat dalam berbagai bidang. Victorianus Sat Pranyoto/Antara - Image

Gubernur DI Jogjakarta Sri Sultan HB X (kanan) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan penandatanganan kesepakatan sinergi Jogjakarta-Jawa Barat dalam berbagai bidang. Victorianus Sat Pranyoto/Antara

JawaPos.com–Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sepakat untuk melupakan sejarah masa lalu terkait hubungan Jawa-Sunda yang tidak harmonis untuk bersama membangun persatuan bangsa Indonesia.

”Kita punya sejarah terkait hubungan Jawa-Sunda yang tidak harmonis, tetapi itu masa lalu. Sekarang kita memasuki NKRI. Jadi kita sepakat memulai membangun hubungan persaudaraan untuk persatuan bangsa Indonesia,” kata Sri Sultan Hamengku Buwono X seperti dilansir dari Antara seusai acara malam Pesona Jawa Barat di Panggung Ramayana Candi Prambanan, Rabu (1/12) malam.

Menurut Sultan, sebenarnya jika merunut narasi sejarah atau dokumen-dokumen atau manuskrip-manuskrip sejarah, fakta perselisihan Jawa-Sunda itu tidak pernah ada. ”Jika kita bicara sejarah, sebenarnya Perang Bubat itu tidak pernah ada,” papar Sultan.

Namun, lanjut Sultan, apapun yang terjadi, peristiwa tersebut sudah berlalu selama 700 tahun yang lalu. Hal itu sudah bukan urusan saat ini dalam hal persatuan bangsa.

”Itu sudah terjadi sudah 700 tahun, sudah bukan urusan. Saat ini kita berbicara sebagai NKRI. Kenapa kita harus punya dendam yang tidak pernah selesai,” tutur Sultan.

Raja Keraton Jogjakarta itu juga menegaskan, saat ini yang dilakukan adalah bersatu dengan kesadaran sebagai anak bangsa. ”Ini tentunya berbeda dengan zaman Kerajaan Majapahit dahulu, melalui Sumpah Palapa dari Patih Gadjah Mada, di mana saat itu yang dilakukan adalah penaklukan. Zaman sudah berbeda dan harus bersama meninggalkan hal yang menghambat persatuan sebagai bangsa,” ujar Sultan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil mengharapkan kesepakatan itu dapat menjadi percontohan untuk persatuan bangsa yang saat ini begitu mudahnya terjadi perpecahan antarsaudara.

”Saat ini, kita dapat merasakan atau melihat sering terjadi pertengkaran di ruang-ruang informasi, sehingga terasa begitu bising, sehingga kami perlu melakukan ini untuk menarasikan untuk persatuan bangsa,” ucap Ridwan Kamil.

Dia mengatakan, pada zaman Sri Sultan Hamengku Buwono X, penguatan sinergi budaya Jawa-Sunda mewujud konkret yang sejak beratus tahun tidak pernah ada.

”Ini telah diawali Sultan HB X sejak 2017 dengan memberi nama beberapa jalan di Jogjakarta dengan Jalan Padjajaran dan Jalan Siliwangi. Di Jawa Barat juga demikian, dengan adanya nama Jalan Majapahit dan Hayam Wuruk di Bandung,” kata Ridwan Kamil.

Kang Emil mengharapkan, sinergi Jawa dan Sunda dapat menjadi penyejuk di situasi bangsa yang sedang dalam situasi banyak membesar-besarkan perbedaan.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan naskah kesepakatan bersama untuk menjalin sinergi antara Daerah Istimewa Jogjakarta dengan Jawa Barat yang dilakukan Sri Sultan HB X dan Ridwan Kamil.

Acara Pesona Jawa Barat di Jogjakarta tersebut dimeriahkan dengan berbagai seni budaya dari Jawa Barat dan Jogjakarta, yang kemudian ditutup dengan pementasan spektakuler Sendratari Ramayana.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore