Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Desember 2021 | 20.14 WIB

Daftar Besaran UMK Jatim, Surabaya Tertinggi, Sampang Terendah

Buruh perempuan membawa tuntutan saat demonstrasi di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Dipta Wahyu/JawaPos - Image

Buruh perempuan membawa tuntutan saat demonstrasi di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Dipta Wahyu/JawaPos

JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Jawa Timur merilis besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2022. Dari penetapan itu, Kota Surabaya memiliki nominal UMK terbesar, yakni Rp 4.375.479,19.

Juru Bicara Gerakan Serikat Pekerja (Gasper) Jazuli menyatakan, terdapat beberapa daerah yang memiliki UMK tertinggi dan terendah. Daerah dengan UMK terendah adalah Kabupaten Sampang Rp 1.922.122,97.

”Selisih atau disparitas upah minimum di Jawa Timur antara Kota Surabaya dan Kabupaten Sampang Rp 2.453.356,22 atau mencapai angka 124 persen. Ini secara umum menggambarkan kesenjangan pendapat buruh Jawa Timur yang masih sangat jauh,” tutur Jazuli, Rabu (1/12).

Rata-rata UMK di Jawa Timur pada 2022 Rp Rp. 2.502.929,78. Nilai itu lebih besar dari Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur 2022 sebesar Rp 1.891.567,12 atau selisih Rp 611.362,66.

”Idealnya UMP Jawa Timur adalah nilai rata-rata UMK di Jawa Timur. Sehingga dapat memperkecil disparitas upah di Jawa Timur,” jelas Jazuli.

UMK untuk daerah Ring-1 Jawa Timur yakni Kota Surabaya Rp 4.375.479,19. Naik Rp 75.000 atau 1,74 persen dari UMK 2021. Jika menggunakan formula PP 36/2021, kenaikannya hanya Rp 6.466,55.

Kemudian Kabupaten Gresik Rp 4.372.030,51, naik Rp 75.000 atau 1,75 persen dari UMK 2021. Jika menggunakan formula PP 36/2021, tidak ada kenaikan UMK. Kabupaten Sidoarjo Rp 4.368.581,85, naik Rp 75.000 atau 1,75 persen dari UMK 2021. Jika menggunakan formula PP 36/2021, tidak ada kenaikan UMK.

”Kabupaten Pasuruan Rp 4.365.133,19, naik Rp 75.000 atau 1,75 persen dari UMK 2021. Jika menggunakan formula PP 36/2021, tidak ada kenaikan UMK,” terang Jazuli.

”Sedangkan Kabupaten Mojokerto Rp 4.354.787,17, naik Rp 75.000 atau 1,75 persen dari UMK 2021. Jika menggunakan formula PP 36/2021, tidak ada kenaikan UMK,” tambah dia.

Sementara itu, lanjut Jazuli, masih ada beberapa daerah yang memiliki UMK tetap tidak termasuk dalam daerah ring 1. Di antaranya Kabupaten Malang dengan nilai UMK Rp 3.068.275,36 dan Kabupaten Jombang Rp 2.654.095,88.

”Ketiga adalah Kabupaten Probolinggo Rp 2.553.265,95, Kabupaten Jember Rp 2.355.662,91, dan Kabupaten Pacitan Rp 1.961.154,77,” papar Jazuli.

Jazuli menyebut terdapat pula daerah-daerah padat industri dengan perusahan-perusahaan besar yang tidak mengalami kenaikan UMK dengan baik. Salah satunya Kabupaten Tuban yang memiliki perusahaan semen terbesar di Indonesia.

”Penetapan UMK di Tuban Rp 2.539.224,88 atau hanya naik Rp 6.990,11 atau 0,28 persen dari UMK 2021. Hal ini tidak adil bagi pekerja/buruh di Kabupaten Tuban,” ucap Jazuli.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore