
BANGKIT LAGI: Wisatawan keluar dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, (17/8). Kendati aktivitas wisata mulai aktif, kasus Covid-19 di Bali bisa ditekan. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
JawaPos.com–Pemerintah Kota Denpasar, Bali, melakukan strategi penanganan Covid-19 guna mengantisipasi penularan gelombang ketiga. Itu dilakukan setelah dibuka kembali sektor pariwisata untuk pelancong nusantara dan mancanegara di Pulau Dewata.
”Penanganan yang dilakukan saat ini terhadap masyarakat dengan menggencarkan vaksinasi tahap kedua. Termasuk juga pengawasan ketat protokol kesehatan di fasilitas umum dan objek-objek wisata, termasuk juga restoran dan hotel,” kata Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara seperti dilansir dari Antara di Denpasar.
Dia menjelaskan, strategi penanganan kesehatan yang dianggap berhasil dalam penanganan Covid-19 di Kota Denpasar, yakni penanganan kasus berbasis desa dan kelurahan. Langkah itu dilaksanakan guna menurunkan kasus Covid-19 dengan melibatkan Satgas Covid-19 tingkat dusun atau banjar.
”Sehingga pandemi ini bisa landai dan perekonomian bangkit dalam adaptasi kebiasaan baru,” tutur I Gusti Ngurah Jaya Negara.
Dia mengatakan, penanganan Covid-19 di Denpasar melalui pembangunan sinergitas dengan semangat konsep Vasudaiva Khutumbhakam (kita adalah semua bersaudara) mulai dari pemerintah, forkopimda, swasta, tokoh masyarakat, media, pemuka agama, desa adat, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan, guna mewujudkan Kota Denpasar tetap sehat dan produktif.
Jaya Negara mengatakan, semua fasilitas publik berupaya mengantisipasi agar tidak sampai ada gelombang ketiga kasus Covid-19 di Denpasar. Langkah yang dilakukan dengan memperketat pemberlakuan protokol kesehatan.
”Semua ruang publik wajib memasang aplikasi PeduliLindungi sehingga jika ada terindikasi kasus Covid-19 sehingga cepat tertangani hingga tidak sampai menyebar ke orang lain,” ucap I Gusti Ngurah Jaya Negara.
Wali Kota Jaya Negara menjelaskan, berbagai strategi terus dioptimalkan dalam memutus penyebaran Covid-19. Salah satunya peningkatan vaksinasi guna membentuk kekebalan kelompok.
”Langkah ini kami telah menetapkan target vaksinasi sebanyak 571.783 orang atau 70 persen dari jumlah penduduk yang terdiri tenaga kesehatan, petugas publik, lansia, masyarakat umum rentan dan remaja,” papar I Gusti Ngurah Jaya Negara.
Dia mengatakan, capaian vaksinasi Covid-19 saat ini, yakni vaksin satu sebesar 142,90 persen atau 817.130 orang, vaksin kedua sebesar 116,40 persen atau 665.638 orang, dan vaksin ketiga sebesar 106,40 persen atau 12.801 orang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
