
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jogjakarta Heroe Poerwadi. Eka A.R./Antara
JawaPos.com–Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Jogjakarta dalam sepekan terakhir mengalami kenaikan signifikan atau naik dua kali lipat bila dibandingkan pekan sebelumnya. Sumber penularan berbeda-beda, mulai dari keluarga, kantor, riwayat bepergian ke luar daerah, hingga menerima tamu.
”Sebelumnya, rata-rata kasus terkonfirmasi positif dalam satu pekan adalah sekitar 130 hingga 150 kasus tetapi pekan lalu mencapai 286 kasus,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jogjakarta Heroe Poerwadi seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta, Selasa (15/6).
Menurut dia, potensi kenaikan kasus Covid-19 dalam satu pekan ke depan masih perlu diwaspadai dan diantisipasi dengan lebih baik. Termasuk menyiapkan layanan di rumah sakit baik ketersediaan tempat tidur ICU dan non ICU, ketersediaan selter, hingga pencegahan di lingkungan masyarakat.
Berdasar data terakhir, Heroe mengatakan, keterisian tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19 di berbagai rumah sakit di Kota Jogjakarta masih cukup aman yaitu sekitar 60 persen untuk ICU dan non ICU. Di Kota Jogjakarta total terdapat 29 tempat tidur ICU dan sekitar 280 tempat tidur non ICU untuk pasien Covid-19.
”Mudah-mudahan ketersediaan tempat tidur ini masih mencukupi apabila kasus semakin meningkat,” tutur Heroe.
Sedangkan untuk kebutuhan selter bagi pasien yang tidak bisa melakukan isolasi mandiri di rumah, Heroe berharap dapat diupayakan wilayah dengan mengaktifkan kembali selter yang pernah dimiliki. ”Selter di wilayah digunakan untuk mendukung selter utama di Tegalrejo karena kondisinya hampir penuh,” terang Heroe.
Sedangkan untuk pencegahan, menurut Heroe, pihaknya akan lebih mengetatkan kembali aturan di PPKM mikro termasuk menegakkan protokol kesehatan di keluarga. ”Protokol kesehatan di keluarga ini sangat penting. Terkadang, warga lupa tidak menerapkan protokol kesehatan saat bertemu dengan keluarga yang sudah dikenal. Akhir-akhir ini kasus di keluarga juga cukup mendominasi,” terang Heroe.
Selain itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jogjakarta akan mengintensifkan vaksinasi khususnya bagi lansia dan pra lansia yang ditargetkan dapat dituntaskan pada akhir Juni. ”Vaksinasi tidak hanya dilakukan di puskesmas, rumah sakit, dan klinik untuk layanan reguler tetapi kami berupaya menggencarkan vaksinasi masal,” papar Heroe.
Dia berharap, kenaikan kasus Covid-19 tidak menyebabkan pemerintah sampai mengambil kebijakan menarik rem darurat dengan mengetatkan kembali berbagai kegiatan sosial dan ekonomi di masyarakat.
Pada Selasa (15/6), terdapat tambahan 52 kasus Covid-19 baru di Jogjakarta, tambahan 26 pasien dinyatakan sembuh atau selesai isolasi, dan sembilan pasien meninggal dunia. Dengan demikian, total kasus aktif Covid-19 di Jogjakarta tercatat 471 kasus, sebanyak 468 pasien isolasi dan tiga dirawat di rumah sakit. Jumlah kasus aktif tersebut merupakan yang tertinggi sejak pertengahan Mei.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
