Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 April 2021 | 10.48 WIB

Gubernur Khofifah Beri Kelonggaran Buruh Migran-Santri Mudik Lebaran

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menemui anggota IPSM ketika berkantor di Kelurahan Bubutan Surabaya. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menemui anggota IPSM ketika berkantor di Kelurahan Bubutan Surabaya. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan kelonggaran bagi pekerja migran Indonesia  atau buruh migran asal Jatim dari berbagai negara untuk pulang mendekati hari raya Lebaran tahun ini.

”Mereka bukan pulang untuk mudik, tapi kontraknya sudah habis. Jadi harus pulang,” ujar Gubernur Khofifah seperti dilansir dari Antara saat sambutan dalam rapat evaluasi pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro secara virtual di Gedung Negara Grahadi, Kamis (22/4) yang diikuti bupati/wali kota di wilayah Jatim.

Untuk itu, Gubernur akan membahas lebih lanjut terkait kepulangan para buruh migran tersebut dengan pimpinan daerah yang di wilayahnya terdapat PMI. Khususnya, yang akan mengikuti kepulangan dalam waktu dekat.

Berdasarkan informasi BP2MI, ada sekitar 14 ribu buruh migran yang akan pulang ke wilayah Jatim tahun ini. ”Karenanya, perlu koordinasi lebih lanjut bersama bupati dan wali kota untuk kepulangan PMI ini,” tutur Khofifah.

Tak hanya buruh migran, Gubernur juga memberikan keringanan bagi santri pondok pesantren untuk pulang ke rumah masing-masing selama Lebaran. Untuk itu, Gubernur akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Kemenag.

”Para santri saat ini sudah libur, tidak ada pelajaran di pondok. Untuk kepulangannya akan kami koordinasikan juga dengan aparat kepolisian karena saat ini sudah mulai ada penjagaan di sejumlah daerah,” terang Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu berharap kasus Covid-19 di Jatim dapat diatasi dengan berbagai kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah. Sehingga, tidak ada penambahan kasus yang signifikan selama Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Untuk itu, diperlukan kedisiplinan warga Jawa Timur mematuhinya.

Sementara itu, Sekda Kota Madiun Rusdiyanto menyatakan Pemkot Madiun siap mendukung kebijakan yang ditetapkan pemerintah provinsi maupun pusat. Diharapkan, dengan kebijakan larangan mudik tersebut, kasus Covid-19 di Kota Madiun dapat terus ditekan.

Sesuai data, di Kota Madiun kasus Covid-19 hingga Kamis (22/4) mencapai 2.171 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 1.936 orang di antaranya telah sembuh, 32 orang masih dalam perawatan, 60 orang isolasi mandiri, dan 143 orang meninggal dunia. Tambahan kasus per Kamis (22/4), konfirmasi baru ada 20 orang, sembuh 13 orang, dan meninggal dunia dua orang.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=tfwYR3gsc4s

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore