
Kepala BNPT Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Boy Rafli (tengah) didampingi Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (dua kiri). Antara
JawaPos.com–Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Boy Rafli menuturkan empat orang yang diamankan tim Densus 88 Antiteror di Makassar masih berstatus saksi atau terperiksa.
”Kemarin empat ya, dalam pemeriksaan. Nanti kita lihat, ada beberapa lagi yang juga kapasitas sebagai saksi, saya dengar ya,” tutur Boy Rafli seperti dilansir dari Antara usai pertemuan tokoh lintas agama di kediaman wali kota, Jalan Amirullah, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (30/3).
Pemeriksaan tersebut terkait jaringan peristiwa bom bunuh diri dilakukan pasangan suami istri berinisial L dan YSF di Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulsel, pada Minggu (28/3), sekitar pukul 10.30 wita.
Menurut dia, pemeriksaan terhadap empat orang dari Makassar termasuk beberapa terduga lainnya yang sudah diamankan petugas adalah hal yang biasa dilakukan penyidik untuk menggali adakah keterlibatan mereka berkaitan dengan peledakan bom di Makassar.
”Itu lumrah, wajar, karena untuk mendukung dalam rangka proses penyidikan tentu harus ada saksi yang menguatkan dari peristiwa yang terjadi,” papar Boy Rafli.
Namun demikian, dari 13 orang yang diamankan di berbagai tempat di Indonesia, empat di antaranya di Kota Makassar, tim penyidik masih terus melakukan pemeriksaan secara intensif.
”Empat orang ini masih diperiksa, belum ditahan. Apakah status tersangka, tentu melihat nanti hasil pemeriksaan baru ditetapkan tersangka,” ujar Boy Rafli.
Ditanyakan soal pascaperistiwa penangkapan sejumlah orang terduga teroris di Vila Mutiara, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, pada Januari, kemudian sebagian dibawa ke Jakarta dan lainnya ada yang dipulangkan, apakah saling berkaitan, tentu merujuk dari hasil pemeriksaan penyidik.
”Memang dari hasil pemeriksaan, tentu harus objektif, ketika unsur pidananya tidak kuat, penyidik wajib mengembalikan kepada keluarga. Dan itu ditindaklanjuti dengan sifat monitoring kita,” tutur Boy Rafli.
”Jadi tidak semua ditangkap itu, adalah pasti bersalah. Pasti akan ada pemeriksaan yang lebih objektif,” tambah Boy.
Berkaitan dengan orang yang dipulangkan itu apakah salah satunya pelaku peledakan bom di Gereja Katedral Makassar? Boy menegaskan, pelaku bukan orang yang dipulangkan tersebut.
”Saya rasa tidak. Jadi, yang kemarin itu tidak diketahui yang dua itu (L dan YSF). Tapi sebagian dari kajian, jaringan di Vila Mutiara, tapi tidak terpantau,” ujar Boy.
Mengenai kabar bahwa salah satu pelaku bom bunuh diri perempuan berinisial YSF saat melancarkan aksinya dalam kondisi hamil, dia mengatakan, belum mengetahui secara pasti karena belum ada hasil resmi dari forensik.
”Saya belum mengetahui itu. Itu nanti dilihat dari hasil pemeriksaan forensik,” kata Boy.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=hCnZT8VHQEk

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
