
Calon penumpang saat mengikuti rapid tes antigen di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (22/12/2020). Seribuan calon penumpang mengikuti rapid tes tersebut untuk melengkapi syarat perjalanan untuk menggunakan layanan kereta api. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos
JawaPos.com–Pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan dinilai belum kompak menangani pengendalian kasus Covid-19. Hal itu dilihat dari tingkat pelacakan kontak erat yang masih rendah.
”Ada kabupaten/kota yang kasus positifnya masih proses tapi pelacakan kontak eratnya sangat seadanya misal hanya 10 orang. Padahal satu kasus paling tidak ada 30 orang kontak erat,” kata Epidemiolog Universitas Sriwijaya Iche Andriani Liberty seperti dilansir dari Antara di Palembang, Senin (15/2).
Tingkat pelacakan kontak erat (tracing) memengaruhi tingkat pemeriksaan (testing) sehingga kasus baru akan terdeteksi. Lambannya tracing di beberapa kabupaten/kota membuat kasus tidak terdeteksi berpotensi meningkat. Selain itu, temuan kasus baru harian di Sumsel cenderung berasal dari daerah-daerah tertentu.
Padahal dengan tingginya mobilitas masyarakat saat ini, potensi penularan makin meningkat.
”Ini terlihat dari tingkat temuan kasus positif (positivy rate) Covid-19 Sumsel yang masih berada di angka 27,89 persen per 14 Februari,” terang Iche.
Menurut dia, tingkat tracing dan testing paling konsisten dilakukan Kota Palembang. Sehingga, mampu menemukan puluhan kasus positif baru setiap hari dan menjadi penyumbang hampir 50 persen kasus di Sumsel.
”Saya tidak membela Sumsel, tapi Dinkes Sumsel sudah sering menyurati kabupaten/kota supaya suspect dikejar sebanyak mungkin, testing ditingkatkan, tapi 17 kabupaten/kota terlihat tidak kompak,” ujar Iche.
Meski begitu dia tidak menampik kabupaten/kota menghadapi kendala anggaran dan SDM dalam penanganan Covid-19. Namun, dia berharap tetap ada konsistensi dalam pendeteksian kasus dengan meningkatkan kapasitas tes usap.
Data Dinkes Sumsel per 14 Februari mencatat kasus konfirmasi positif Covid-19 di Sumsel telah mencapai 15.150 kasus. Angka kesembuhan berjumlah 12.882 orang (85,03 persen) dan 731 kasus kematian (4,83 persen).
”Tingkat kesembuhan Sumsel tinggi karena treatment sudah bagus, tinggal tracing dan testing gencar atau tidak. Semuanya harus kompak tidak bisa kerja sendiri-sendiri,” jelas Iche yang juga anggota tim ahli Satgas Covid-19 Sumsel.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/MfA71UTWfmI

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
