
Photo
JawaPos.com - KRL Jogjakarta-Solo yang akan resmi beroperasi secara penuh pada Rabu (10/2), melakukan sejumlah penyesuaian terhadap jadwal keberangkatan yang sudah disosialisasikan sebelumnya. Penyesuaian ini untuk mengakomodasi masukan dan kebutuhan dari komunitas pengguna kereta sehari-hari.
"Kami melakukan sejumlah penyesuaian jadwal agar bisa memenuhi kebutuhan para pengguna dengan tetap mempertahankan jumlah frekuensi perjalanan setiap hari," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan pers, Senin (8/2).
Anne mengatakan, jadwal keberangkatan kereta pada jam sibuk pada pagi dan sore hari ditambah untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna. Setiap hari, terdapat 20 perjalanan KRL Jogja-Solo pulang pergi.
Pada jadwal keberangkatan yang sudah disesuaikan, terdapat tiga perjalanan kereta pada pagi hari dari Jogjakarta menuju Solo Balapan yaitu dari pukul 05.15 WIB, 06.28 WIB, dan 06.59 WIB. Sedangkan pada sore hari dijadwalkan pada pukul 15.50 WIB, 17.31 WIB, dan perjalanan kereta terakhir dari Jogjakarta dilakukan pukul 19.10 WIB.
Dari Solo Balapan menuju Jogjakarta, terdapat dua perjalanan pada pagi hari yaitu pukul 05.05 WIB, dan pukul 06. 31 WIB. Sedangkan pada sore hari, jadwal perjalanan dilakukan pukul 16.16 WIB, 17.42 WIB dan 19.10 WIB untuk kereta terakhir.
"Para pengguna KRL diimbau memeriksa kembali jadwal perjalanan mereka melalui KRL Access," katanya dikutip dari Antara.
KRL Jogjakarta-Solo akan menggantikan secara penuh operasional Kereta Prambanan Ekspress (Prameks) yang kemudian hanya akan melayani perjalanan relasi Jogjakarta-Kutoarjo.
Sebelumnya, KRL Jogja-Solo sudah menyelesaikan masa uji coba perjalanan pada 1-7 Februari yang diikuti total 7.336 penumpang KRL yang dioperasionalkan untuk pertama kali di luar wilayah Jabodetabek. Puncak peserta uji coba tercatat Minggu (7/2) sebanyak 1.226 orang.
"Operasional KRL Jogja-Solo juga akan tetap mengikuti aturan protokol kesehatan yang berlaku dan ada pula aturan tambahan yaitu penumpang lansia atau berusia lebih dari 60 tahun hanya dapat menggunakan KRL dan Prameks di luar jam sibuk yaitu dari pukul 10.00 WIB-14.00 WIB," katanya.
Penumpang diizinkan membawa barang dengan dimensi maksimal 100x40x30 cm, sedangkan balita untuk sementara masih dilarang naik KRL dan Prameks. Jumlah maksimal penumpang di dalam satu gerbong 74 orang sebagai upaya untuk memastikan protokol jaga jarak dapat dipatuhi. Penumpang hanya boleh duduk atau berdiri di tempat yang tidak diberi tanda larangan.
https://www.youtube.com/watch?v=Q7o5EBbbkUc

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
