Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Desember 2020 | 03.25 WIB

Pilkada Pasbar, Sijunjung, dan Solok Berpotensi ke MK

Petugas membawa logistik Pilkada Surabaya 2020 ke TPS, Rabu (9/12). Didik Suhartono/Antara - Image

Petugas membawa logistik Pilkada Surabaya 2020 ke TPS, Rabu (9/12). Didik Suhartono/Antara

JawaPos.com - Rekapitulasi suara secara berjenjang masih berlangsung. KPU belum menetapkan siapa pasangan calon kepala daerah yang terpilih. Di Pilkada Sumbar, terdapat dua daerah yang berpotensi bermuara sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua Bawaslu Sumbar Surya Efitrimen mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan dari Panwaslu di sejumlah kabupaten kota. Penghitungan suara pun masih berlangsung secara berjenjang di daerah. Baik di kecamatan sampai tingkat kabupaten kota.

Dari hasil pemantauan beberapa hari terakhir, dia menyebut, ada kemungkinan pilkada tingkat kabupaten atau kota berpotensi masuk ke MK. Pasalnya selisih suara pemenang dengan calon di bawahnya sangat tipis. Terutama yang berselirih suara 1 sampai 2 persen. Dari pantauan potensi itu terjadi di Kabupaten Sijunjung dan Pasaman Barat. "Ini hasil pantauan sementara, bisa saja nanti berubah pada penetapan di tingkat KPU," ungkap Surya Efitrimen kepada JawaPos.com, Senin (14/12).

Pantauan JawaPos.com dari situs sirekap, terdapat beberapa daerah yang memiliki selisih suara yang cukup ketat. Untuk Pasaman Barat, paslon nomor urut 4 Yulianto-Syafrial mendapat suara 28.427 (30 persen) lalu disusul paslon nomor urut 1 Hamsuardi-Risnawanto meraih 28.254 (29,8 persen). Sementara data TPS yang sudah terinput 567 dari 1034 TPS (54,84 persen)

Baca juga: Ketatnya Kejar-kejaran Angka di Pemilihan Gubernur Kalsel

Di Sijunjung selisih suara terbanyak dengan paslonnya sekitar 3 persen. Paslon Benny Dwifa-Iraddatillah mendapat 27.351 (25,1 persen), lalu diikuti paslon Hendri Susanto-Indra Gunalan 24.294 (22,3 persen). Jumlah TPS yang sudah terinput datanya 523 dari 524 TPS atau 99,81 persen.

Baca juga: Kepala Daerah Muda Dituntut Hadirkan Gagasan-Gagasan Baru

Di Kabupaten Solok, paslon nomor urut 2 Epyardi Asda-Jon Firman Pandu bersaing ketat dengan paslon nomor 1 Nofi Candra-Yulfadri. Epyardi Asda-Jon Firman Pandu memperoleh 40.337 (36,3 persen) dan Nofi Candra-Yulfadri 39.717 (35,7 persen). Sementara data TPS yang sudah masuk 637 dari 960 TPS (66,35 persen).

Surya Efitrimen menegaskan situasi pilkada di Sumbar relatif aman. Semua protokol kesehatan terlaksana dengan baik. Secara politik tergantung dengan hasil penetapan di KPU. Baik KPU kabupaten/kota dan provinsi.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=M_SAdKr0qg0

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore