
STATUS SIAGA: Lava mengalir dari kawah Merapi kemarin. (AFP)
JawaPos.com - Hingga saat ini para pengungsi Merapi di tempat penampungan sementara (TPS) aman dari Covid-19. Hasil swab test terhadap 73 pengungsi di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, semua dinyatakan negatif.
Pengambilan sampel untuk tes swab di Balerante dilakukan sebanyak dua tahap. Pada tahap pertama terdapat 25 orang dan tahap kedua 48 orang. Total terdapat 73 pengungsi di Balerante yang dinyatakan negatif.
“Untuk jumlah pengungsi di Balerante sendiri masih sama seperti sebelumnya yakni 289 orang. Sedangkan ternak sapinya terdapat 129 ekor. Saat ini kondisi pengungsi sehat semua,” jelas Kaur Perencanaan Pemdes Balerante Jainu seperti dikutip Radar Solo, Senin (30/11).
Jainu mengungkapkan, sejak pelaksanaan tes swab pertama menggunakan swab antigen yang merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebelumnya, BNPB menyerahkan bantuan kepada BPBD Klaten sebanyak 2.500 swab antigen.
Pelaksanaan tes swab dilakukan sepenuhnya oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Kemalang. Meski sudah dilakukan sebanyak dua tahap, tetapi belum seluruh pengungsi melakukan tes swab tersebut. Namun, Jainu memastikan ke depan seluruh pengungsi menjalani skrining tersebut secara bertahap.
“Tamu yang datang ke barak pengungsian juga sudah kami berlakukan protokol kesehatan ketat, yakni wajib menggunakan masker hingga cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir. Kami tempatkan di bagian pintu masuk,” jelasnya.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Anggit Budiarto membenarkan seluruh hasil tes swab para pengungsi di Desa Balerante negatif. Meski begitu, dia meminta para pengungsi untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.
“Kami juga akan memberlakukan ketat terhadap para relawan yang masuk ke barak pengungsian. Minimal melakukan rapid test, syukur-syukur tes swab dengan protokol kesehatan yang ketat. Soalnya para pengungsi sangat rentan terjadinya kontak penularan,” ucap Anggit.
Terkait bantuan swab antigen dari BNPB kepada BPBD Klaten akan digunakan sesuai peruntukannya. Yakni untuk mengetes swab pengungsi Merapi. Termasuk digunakan untuk para pejabat dan relawan yang hendak datang ke barak pengungsian guna memastikan kondisi kesehatan mereka. Dia berharap pemberlakuan protokol kesehatan ketat di barak pengungsian dengan melakukan skrining awal bisa dilakukan.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=s3QNC_wqZPw

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
