
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman meninjau kesiapan pesantren dan sekolah di Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (12/8). Diskominfo Garut/Antara
JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Jawa barat membolehkan sekolah tingkat SMA/SMK melaksanakan belajar tatap muka pada 18 Agustus. Pemkab Garut berencana membolehkan belajar tatap muka tingkat SMP pada September. Saat ini pemkab sedang mempersiapkan sekolah tingkat SMA/SMK dan SMP.
Meski begitu, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyatakan, para orang tua memiliki hak untuk menolak anaknya mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. ”Orang tua berhak untuk tidak mengikuti anaknya luring (luar jaringan) karena bisa daring,” kata Helmi Budiman seperti dilansir dari Antara di Garut pada Rabu (12/8).
Seluruh orang tua, kata dia, akan disiapkan surat pernyataan membolehkan atau tidak anaknya mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka di tengah wabah Covid-19. ”Kalau tidak mau luring silakan bikin surat, tidak dipermasalahkan,” ujar Helmi.
Dia menyampaikan, pemerintah saat ini berupaya memfasilitasi kegiatan belajar mengajar secara daring maupun tatap muka agar proses belajar tetap berjalan normal. Pihaknya sedang meninjau langsung kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan belajar tatap muka. Sekolah yang siap belajar tatap muka, wajib mematuhi protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan yang memadai, alat pengukur suhu tubuh dan nanti mewajibkan siswa maupun guru memakai masker dan menjaga jarak.
”Nanti sekolah dilihat kesiapannya oleh gugus tugas, kalau belum siap tidak boleh melaksanakan belajar tatap muka,” terang Helmi.
Menurut dia, tujuan monitoring itu guna memantau sejauh mana kesiapan sekolah menyelenggarakan belajar tatap muka di tengah pandemi Covid-19. Pemkab Garut memiliki kewajiban meninjau langsung kondisi sekolah swasta maupun pondok pesantren untuk memastikan tempat belajar sudah sesuai dengan protokol kesehatan sebelum dilaksanakannya belajar tatap muka.
Selain kesiapan sekolah mematuhi protokol kesehatan, kata Helmi, para murid maupun orang tua harus ikut andil dalam menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari persebaran Covid-19. ”Protokol kesehatan itu bukan hal yang aneh, seperti memakai masker dan mencuci tangan itu adalah salah satu bagian menjaga kesehatan,” ucap Helmi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=vaOm1LMayR4

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
