
Waspada DBD menyerang anak-anak
JawaPos.com - Wabah virus korona sudah merenggut belasan korban jiwa di Indonesia. Namun ada satu penyakit lagi yang tidak boleh luput oleh pemerintah, yakni Demam Berdarah Dengue (DBD).
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi mengatakan, hal utama yang harus dikhawatirkan saat ini di provinsi berbasis kepulauan ini justru masalah DBD yang hingga Senin(16/3) telah menelan korban 42 orang meninggal dunia.
"Untuk COVID-19 kita perlu waspada, tetapi yang perlu dikhawatirkan saat ini adalah masalah DBD yang saat ini sudah menerjang 22 kabupaten/kota se-NTT," kata Wagub NTT kepada wartawan di Kupang, Rabu.
Hal ini disampaikannya berkaitan dengan semakin meningkatnya jumlah korban meninggal akibat DBD, dan tertinggi berada di kabupaten Sikka dengan jumlah korban meninggal 14 orang.
Meskipun jumlah pasien DBD dari hari ke hari terus mengalami penurunan, berkat penanganan yang sigap dari dokter dan pemerintah daerah. Pihaknya juga mengimbau kepada sejumlah bupati untuk tidak hanya mencegah masuknya virus COVID-19 tetapi juga menanggani dan mencegah penyebaran nyamuk aedses aegypty yang menyebabkan DBD.
Lebih lanjut, orang nomor dua di NTT itu mengatakan, seluruh masyarakat NTT juga sudah menyatakan perang melawan DBD itu. Salah satu cara adalah dengan membersihkan lingkungan sekitar dari berbagai sampah-sampah.
"Saya mau sampaikan juga kepada masyarakat NTT bahwa sampah itu kalau dalam bahas lanti Odi et Amo yang artinya membenci dan mencintai. Kalau kita mencintai sampah berarti kita pungut sampah dan membuang pada tempatnya penyakit tidak akan datang, tapi kalau kita membenci sampah, kita buang sembarang maka penyakit akan datang ke pada kita," ucap dia.
Sementara itu Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Rabu (18/3) pagi melaporkan bahwa kasus DBD di NTT sampai dengan Senin (16/3) sudah terdapat 3.661 kasus DBD di NTT dengan korban meninggal mencapai 42 orang.
Penyumbang kasus DBD terbanyak masih berada pada kabupaten SIkka dengan jumlah kasus 1.335 kasus dengan kematian mencapai 14 orang. Posisi kedua ditempati kota Kupang dengan jumlah kasus mencapai 502 kasus dengan korban meninggal mencapai lima orang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
