Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Maret 2020 | 14.46 WIB

Kapal Wisata Bermuatan 10 WNA Ditolak Berlabuh di Sumba Timur

Kapal wisata Bulan Baru yang memuat 10 WNA ditolak berlabuh di wilayah Kabupaten Sumba Timur, NTT. KSOP Waingapu/Antara - Image

Kapal wisata Bulan Baru yang memuat 10 WNA ditolak berlabuh di wilayah Kabupaten Sumba Timur, NTT. KSOP Waingapu/Antara

JawaPos.com–Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Waingapu bersama Karantina Kesehatan Pelabuhan Laut Waingapu dan KP3 Laut Waingapu menolak memberikan izin kepada kapal wisata Bulan Baru berlabuh di wilayah perairan Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

”Kapal wisata ini hendak berlabuh di Sumba Timur. Namun, kami tolak untuk mencegah masuknya virus korona yang sekarang makin menyebar luas,” kata Kepala KSOP Kelas IV Waingapu Anis Kumanireng seperti dilansir dari Antara pada Minggu (15/3).

Anis mengatakan, penolakan itu mengikuti instruksi Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora, terkait upaya pencegahan masuknya Covid-19 di wilayah kabupaten bagian paling timur Pulau Sumba itu.

”Semua unsur dari instansi terkait di daerah sudah sepakat dalam rapat pekan lalu untuk pencegahan virus korona, jadi kami jalankan instruksi bupati tersebut,” kata Anis.

Anis mengatakan, hanya mengizinkan kapal yang memuat satu pemandu wisata dan enam awak itu berlabuh sebentar saja untuk mengisi bahan bakar dan kebutuhan logistik. ”Karena mempertimbangkan kemanusiaan, kapal diizinkan sebentar saja berlabuh untuk mengisi bahan bakar dan logistik lainnya,” terang Anis. Pihaknya segera berkoordinasi dengan agen untuk mengetahui tujuan berlayar kembalinya kapal tersebut untuk diterbitkan surat izin berlayar.

Sementara itu, dokter dari Karantina Kesehatan Pelabuhan Laut Waingapu Hindarti Handayani menambahkan, pihaknya tidak melakukan pemeriksaan para penumpang dan awak kapal tersebut. ”Kami hanya menyampaikan informasi mengenai instruksi bupati yang melarang masuknya warga negara asing ke Sumba Timur selama wabah Covid-19 masih terjadi,” kata Hindarti.

”Kami tetap menolak mereka turun, karena biaya perawatan satu orang pasien COVID-19 sangat mahal dan Sumba Timur belum siap secara peralatan untuk penanganannya sehingga lebih baik kita antisipasi,” ujar Hindarti.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=iQH9ETahywg

https://www.youtube.com/watch?v=xkFMx5C-Toc

https://www.youtube.com/watch?v=JDX9bd4Jpfw

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore