Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Februari 2020 | 04.35 WIB

Korban Meninggal Terseret Banjir Sungai Sempor Jadi Enam Orang

Siswa SMPN 1 Turi, Sleman yang berhasil dievakuasi dari lokasi banjir. (Istimewa) - Image

Siswa SMPN 1 Turi, Sleman yang berhasil dievakuasi dari lokasi banjir. (Istimewa)

JawaPos.com - BPBD Kabupaten Sleman bersama tim SAR gabungan terus memutakhirkan data korban terseret banjir Sungai Sempor, Padukuhan Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa (D.I.) Jogjakarta.

Berdasar data BNPB, korban jiwa saat ini berjumlah enam orang. Empat di antaranya sudah teridentifikasi. Dua lainnya belum.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo mengatakan, selain enam korban meninggal terdapat enam siswa lainnya mengalami luka ringan. Lalu ada lima masih dalam pencarian.

"Lebih dari 180 personel dari personel gabungan masih melakukan pencarian terhadap 5 murid tersebut," kata Agus Wibowo dalam keterangan persnya, Jumat (21/2).

Personel gabungan menyusuri tepian sungai untuk mencari murid yang masih hilang. Sebanyak 239 siswa yang selamat sudah terdata oleh pihak sekolah dan tim gabungan.

Adapun empat korban meninggal yang sudah teridentifikasi sebagai berikut:
1. Sofia Aulia, Kelas 8, warga Sumberejo
2. Arisma, Kelas 7, warga Ngentak Tepan
3. Nur Azizah, Kelas 8, warga Kembang Arum
4. Latifa, warga Kembang Arum

Sedangkan dua korban meninggal lainnya masih proses identifikasi.

Sebagaimana diketahui ratusan siswa SMPN 1 Turi, Kabupaten Sleman, mengikuti susur sungai Sempor. Namun kegiatan untuk lingkungan itu berujung nahas. Mereka terseret banjir pada Jumat (21/2) sore, pukul 15.30.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Joko Suprianto menyebut, insiden tersebut bermula saat 250 murid SMP Negeri 1 Turi melakukan kegiatan pramuka dengan menyusuri Sungai Sempor yang berada di Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, D.I. Jogjakarta. Ketika melakukan penyusuran, arus air sungai tiba-tiba deras dan volume air meningkat akibat kiriman dari hulu.

Saat ini BPBD Kabupaten Sleman telah mendirikan pos komando di lokasi kejadian dan terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, dinas terkait, sukarelawan dan warga setempat.

Joko Suprianto menuturkan, insiden tersebut menjadi pembelajaran bersama bagi semua pihak. Apabila melakukan kegiatan penyusuran sungai, maka harus dilakukan oleh orang dewasa dan terlatih. Anak-anak dan remaja dilarang untuk melakukan penyusuran sungai mengingat sangat berisiko tinggi.

"Kemudian untuk kegiatan tersebut, pihak penyelengara perlu memberitahu aparat pemerintah dan keamanan setempat," Joko.

Lebih penting lai, aktivitas penyusuran sungai harus dilakukan pada saat musim kemarau. Ketika dilakukan pada musim hujan, risikonya cukup tinggi. Apabila terjadi hujan di sekitar hulu sungai akan berdampak pada arus dan volume air sungai hingga ke bagian hilir.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore