
Photo
JawaPos.com - Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) minta pihak kepolisian mendalami kasus kebakaran di Pasar Guntur, Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Mereka menduga ada kesengajaan dari musibah kebakaran itu.
Hal itu diutarakan Ketua Umum APPSI, Ferry Juliantono saat berkunjung ke Pasar Guntur, Jumat (6/12). Ia mengaku prihatin dengan kondisi pasar. Pasar yang senyatanya merupakan pusat perdagangan warga setempat itu kini hanya tersisa puing bangunan.
Balok-balok kayu dan atap seng yang menjadi teduhan pedagang terlihat habis terbakar. Los dan kios kini hanya berupa lapak kosong dan tembok yang gosong menghitam. Walau begitu, Ferry menyebutkan terdapat sejumlah pedagang yang masih bertahan. Mereka berjualan di lapak yang tersisa, walau hanya berupa terpal gelaran.
"Kami menduga ada faktor kesengajaan yang terjadi pada peristiwa kebakaran, karena dalam kurun waktu beberapa bulan ini kebakaran kembali berulang," ungkap Ferry Juliantono dalam keterangan tertulis pada Jumat (6/12).
Terkait hal tersebut, APPSI meminta agar pihak Kepolisian menyelidiki kebakaran yang terjadi di sejumlah pasar seluruh indonesia "APPSI minta Kepolisian turun tangan soal ini, kebakaran pasar ini bencana atau rencana," imbuhnya.
Tidak hanya itu, APPSI diungkapkannya meminta pemerintah daerah untuk menjamin keamanan pasar. Bukan hanya sebatas pengawasan instalasi kelistrikan yang baik, pasar juga harus dilengkapi dengan sistem penangangan kebakaran dini. Salah satunya adalah alarm kebakaran, sprinkler atau pemadam api otomatis hingga Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Sehingga apabila terjadi kebakaran, pihak pengelola pasar hingga pedagang dapat melakukan upaya pemadaman dini agar kebakaran tidak meluas.
"Kami minta pasar dilengkapi dengan fasilitas instalasi listrik yang baik serta alat pemadam kebakaran sebagai syarat pasar yang layak. Kasihan pedagang, apalagi pasar tidak ditanggung oleh asuransi ," pungkasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Kebakaran terjadi di Blok D Pasar Guntur Ciawitali pada Rabu (20/11) dini hari. Api dengan cepat membakar sebanyak 12 kios pasar dalam kurun waktu dua jam. Ketua Ikatan Warga Pasar (Iwapa) Guntur, Asep Kardian menduga penyebab kebakaran dipicu korsleting listrik pada salah satu kios.
"Api diperkirakan dari kios penggilingan daging. Lalu merember ke kios lain di sebelahnya yang menjual anyaman dan perabot," ucap Asep pada Rabu (20/11).
Terkait kerugian materi, Asep mengaku belum bisa memperkirakan. Taksiran sementara, kerugian mencapai ratusan juta rupiah. "Soalnya sampai sekarang masih fokus untuk membersihkan sisa kebakaran. Bisa sampai ratusan juta rupiah kalau perkiraannya," ucapnya.
Kebakaran tersebut merupakan kebakaran kali kedua yang terjadi di Pasar Guntur. Sebelumnya, kebakaran hebat terjadi di Pasar Guntur pada Sabtu (8/9) dini hari. Dalam kebakaran yang diduga karena korsleting listrik itu, tercatat ada sebanyak 58 los dan kios pedagang hangus terbakar. Beruntung si jago merah dapat dipadamkan setelah sebanyak lima mobil pemadam kebakaran dikerahkan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
