
Mutoharoh, istri Imron, petani bunga mawar di Banyuwangi (Jawa Pos)
JawaPos.com - Pilihan H. Imron mengubah tanaman pagi ke tanaman bunga bawar sepuluh tahun lalu memberi berkah. Kini hamparan bunga mawar bukan hanya menghiasi lahan yang dimilikinya, tapi juga memberikan penghasilan yang tidak sedikit setiap harinya.
Sudah sekitar sepuluh tahun terakhir H Imron, 60, menanam beragam jenis bunga di sawah seluas setengah hektare miliknya. Sebagian besar ditanami bunga mawar. Sebagian yang lain, dimanfaatkan untuk menanam bunga sedap malam, kenanga, pacar air, kenikir hias, hingga pandan.
Imron mengatakan, setiap hari bunga-bunga itu dipanen. Setiap hari itu pula ada pelanggan yang datang membeli kembang-kembang tersebut. ”Pelanggan saya rata-rata adalah pedagang bunga segar. Bunga-bunga ini dijual di pasar tradisional. Dijual untuk keperluan nyekar. Tetapi ada juga warga Tionghoa nyaris rutin membeli setiap pekan. Entah untuk apa. Mungkin untuk sembahyang,” kata Imron seperti dikutip Jawa Pos Radar Banyuwangi usai memanen bunga-bunga dari lahan miliknya.
Imron mengaku, awalnya dia menanam padi di lahan miliknya tersebut. Namun sejak sekitar sepuluh tahun lalu, lahan tersebut dia tanami aneka jenis bunga. ”Menurut saya, lebih enak menanam bunga,” akunya.
Menurutnya, rata-rata omzet yang diraih dalam sehari mencapai Rp 100 ribu. Bahkan, setiap Kamis pagi, nominal penjualannya yang dia raih bisa mencapai Rp 300 ribu. Sebab, setiap Kamis permintaan dari para penjual bunga selalu melonjak. ”Menjelang malam Jumat, banyak orang yang mau nyekar,” kata dia.
Bukan hanya Kamis, setiap menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha, pendapatan Imron kian menjulang. Maklum, saat-saat itu permintaan bunga segar untuk keperluan nyekar sangat tinggi. Hukum ekonomi pun berlaku. Saat permintaan meningkat, ceteris paribus (faktor-faktor yang lain dianggap tidak ada perubahan), maka harga barang tersebut akan meningkat. ”Menjelang Ramadan atau Lebaran, omzet kami bisa mencapai jutaan rupiah,” akunya.
Sementara itu, Mutoharoh, istri Imron mengatakan, di hari normal, bunga mawar dijual ke pelanggan seharga Rp 300 per tangkai. Atau jika dijual secara timbangan, per kilogram (kg) bunga mawar dipatok dengan harga Rp 60 ribu.
Sedangkan bunga sedap malam dan kenanga dijual seharga Rp 5 ribu per seratus tangkai atau Rp 20 ribu per kg. Harga bunga kenikir hias sebesar Rp 10 ribu per kg, dan pandan dihargai Rp 5 ribu per ikat.
Namun saat menjelang Ramadan dan Lebaran, aku Mutoharoh, harga jual bunga meroket. Di saat-saat itu, satu tangkai bunga mawar dijual dengan harga Rp 1 ribu. ”Meski harga naik, pelanggan tidak akan menawar. Bahkan mereka meminta jatahnya ditambah,” akunya.
Sementara itu, versi Imron perawatan tanaman bunga relatif mudah. Agar produktivitas tanaman optimal, yang diperlukan hanyalah pemupukan rutin dan penyemprotan perangsang bunga.
Pemupukan biasanya dia lakukan sebulan sampai dua bulan sekali. Pupuk yang digunakan pun bervariasi. Terkadang pemupukan dia lakukan dengan cukup urea dan NPK, kadang menggunakan pupuk kandang. ”Saya menggunakan satu kuintal urea dan NPK untuk lahan setengah hektare ini. Sedangkan penyemprotan perangsang bunga dilakukan seperlunya,” pungkasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
