
ASAL NGULING: Enam warga Kecamatan Nguling yang baru pulang dari Wamena saat berada di Kantor Bakorwil, Malang, Kamis (3/10) malam. (Foto: Dinsos Kabupaten Pasuruang for jawa pos Radar Bromo)
JawaPos.com - Gelombang pemulangan pengungsi dari Wamena terus berlangsung. Kamis (3/10), warga Kabupaten Pasuruan kembali dipulangkan dari Wamena. Tercatat enam warga Nguling yang bisa keluar dari Wamena, Kamis. Mereka naik pesawat Hercules dan mendarat di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang. Sehingga, tercatat saat ini sudah ada 25 warga Pasuruan yang dipulangkan.
Akhwan Husein, Kasi perlindungan Sosial dan Korban Bencana di Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur untuk pemulangan pengungsi ke daerah asal. “Hari ini (kemarin, Red) kembali ada warga Pasuruan yang dipulangkan. Sehingga kembali kami jemput di hari kedua pemulangan,” terangnya seperti dikutip Jawa Pos Radar Bromo.
Menurutnya, pengungsi Wamena memang mayoritas warga dari Kecamatan Nguling. Dari data Kecamatan Nguling, tercatat ada 205 warga yang merantau dan bekerja di sana. Kendati belum ada kepastian, apakah seluruh warga Nguling yang bekerja di Wamena akan dipulangkan.
Karena itu, Dinsos akan terus memantau dan memfasilitasi penjemputan dari Malang. “Kami belum tahu apakah semua warga Pasuruan ini akan dipulangkan. Yang jelas, pemulangan pengungsi akan dilakukan bertahap selama suasana di sana dinilai belum kondusif,” terangnya.
Pada pemulangan pertama hari Rabu (2/10), tercatat ada 19 warga Pasuruan yang dipulangkan. Dengan rincian 15 Laki-laki, 3 perempuan, dan 1 anak. Dari jumlah tersebut, 12 warga dari Desa Kedawang, 3 dari Sumur Lion, 1 dari Wot Galih, 1 dari Wates Tani, 1 dari Kapasan, dan 1 dari Mlaten.
Pada pemulangan hari Rabu, warga Nguling dibawa sebentar ke Rumah Singgah Dinsos untuk didata. Mereka lantas diantar ke Kecamatan Nguling dan tiba pukul 23.00.
“Untuk pengungsi semuanya sehat. Sempat kami suruh istirahat dulu di Rumah Singgah. Tapi semuanya ingin segera pulang dan bertemu keluarga,” terangnya.
“Dari Bandara mereka turun sekitar pukul 14.00. Kemudian semua pengungsi dibawa ke Kantor Bakorwil Malang untuk pendataan dan persiapan pemulangan,” terangnya.
Akhwan mengatakan, Dinsos Kabupaten Pasuruan sudah berada di Bakorwil Malang sejak pukul 14.00. Sementara, pengungsi tiba di Bakorwil sekitar pukul 15.00.
“Saat ini masih proses penjemputan dan nantinya warga dibawa dulu ke Rumah Singgah Bina Hati, Dinsos Kabupaten Pasuruan. Mereka didata dulu, baru diantar pulang ke Nguling,” terangnya.
Bunardi, camat Nguling mengatakan, warga Nguling di Wamena saat ini berada di lokasi pengungsian milik TNI/POLRI. Pihaknya, menurut Bunardi, sudah mendata warga Nguling yang merantau ke Wamena. Dan diketahui, jumlahnya ada 205 warga.
“Mereka ini sudah merantau bertahun-tahun lalu. Untuk pekerjaan kebanyakan wirausaha, seperti berdagang, ojek sampai penjual kaki lima,” terangnya.
Karena suasana di Wamena belum kondusif, warga Nguling memilih pulang ke kampung halaman mereka. “Kalau memang aman, warga bisa tetap di sana. Karena mereka bekerja di sana. Kalau pulang ke sini, juga masih bingung mau bekerja apa,” terangnya.
Sedangkan warga yang pulang di gelombang pertama, sudah dijemput keluarga masing-masing. Kondisi mereka semua sehat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
