
Ilustrasi polisi melakukan penindakan terhadap pelaku perampokan. (JawaPos.com)
JawaPos.com - Jajaran Satreskrim Polresta Barelang mengamankan Ryan Kamajaya, pelaku yang merampok Fitri, seorang bidan di Klinik Sapta Tirta di kawasan Tanjungriau, beberapa waktu lalu. Saat kejadian, tersangka Ryan mengikat korban menggunakan tali.
Dari informasi yang dihimpun Batam Pos (Jawa Pos Grouo), kejadian itu bermula ketika Ryan datang ke klinik tersebut dengan berpura-pura sebagai pasien. Saat kejadian, kondisi klinik memang tengah sepi. Korban meminta Ryan untuk berbaring di tempat tidur untuk diperiksa.
Namun, saat pelaku berbaring dan korban balik badan untuk mengambil peralatan kesehatan, tersangka Ryan langsung membekap dan mengikat korban di ruang pemeriksaan pasien. Usai mengikat korban, tersangka kemudian mengambil barang berharga milik korban serta uang yang disimpan dalam laci kasir klinik.
Atas kejadian itu, selanjutnya korban melaporkannya ke Polsek Sekupang untuk ditindaklanjuti.
"Untuk kasusnya kami berkoordinasi dengan Polresta Barelang dan langsung ditangani oleh Polresta Barelang," ujar Kanit Reskrim Polsek Sekupang Iptu Thetio Nardiyanto.
Dari laporan korban, selanjutnya dilakukan penyelidikan. Polisi kemudian bisa mengidentifikasi pelaku. Tak berselang lama, polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku sedang berada di kawasan Kaveling Pelopor, Sagulung, Jumat (23/9) lalu. Dari informasi itu, Satreskrim Polresta Barelang kemudian mendatangi lokasi untuk menangkap pelaku.
Namun, saat hendak ditangkap, pelaku melakukan perlawanan dan petugas kepolisian melepaskan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali. Usaha tersebut tidak membuahkan hasil, tersangka Ryan masih berusaha kabur hingga dilakukan tindakan tegas dan terukur. Ryan akhirnya dapat diamankan setelah dua butir timah panas bersarang di kedua kakinya.
Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo saat ekpose mengatakan, penangkapan ini merupakan salah satu bentuk pengungkapan Satgas Anti Pencurian dengan Kekerasan (Curas) yang dibentuk Polresta Barelang bersama polsek-polsek jajarannya.
"Kalau masih mau main-main di Polresta Barelang, maka akan berhadapan dengan anggota Polresta Barelang yang siap untuk menangkap dan memberikan tindakan tegas terukur terhadap pelaku begal dan jambret," ujarnya.
Belum lama ini, kasus perampokan juga terjadi di wilayah Nongsa. Dua perampok menyatroni ruko di Puri Selebriti, tepatnya di sebelah SMAN 3 Batam, Nongsa, Selasa (24/9) pukul 16.00. Kedua perampok berhasil membawa lari uang kurang lebih Rp 2 juta dan beberapa barang berharga lainya.
Perampokan ini terbilang nekat karena keduanya merampok dengan modal sebilah pisau dan dilakukan di siang hari. Modus pelaku berpura-pura sebagai pelanggan yang akan membeli pupuk. Namun, begitu penjaga toko bernama Ain mendekati pelaku, salah seorang pelaku menodong Ain dengan sebilah pisau.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
