Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Juni 2019 | 20.34 WIB

Dari Uji Publik LRT Jakarta, Bisa Angkut 14 Ribu Penumpang Per Hari

Uji publik moda LRT Jakarta. Masyarakat bisa meningkmati operasional moda transportasi publik berbasis rel tersebut. (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Uji publik moda LRT Jakarta. Masyarakat bisa meningkmati operasional moda transportasi publik berbasis rel tersebut. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Uji publik dihelat sejak kemarin (11/6) sampai 21 Juni mendatang. Rekomendasi teknis, keselamatan, dan sarana serta prasarana telah pula didapatkan dari Kementerian Perhubungan.

Praktis, proyek Lintas Rel Terpadu Jakarta (LRT Jakarta) tinggal menunggu izin operasi dari Gubernur Jakarta Anies Baswedan. "Komersial kan butuh apa? Satu tarif, oke itu sudah. Kedua izin operasi, kapan sih boleh menarik tiket, menarik tarif, sekarang itu yang lagi diproses," ungkap Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono di Stasiun Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, kemarin.

Ada 32 ribu orang yang telah mendaftar untuk ikut menjajal moda transportasi baru tersebut selama masa uji coba publik. Per hari sekitar 5 ribu penumpang.

Photo

Warga Jakarta saat memasuki Stasiun Velodrome. Masyarakat Ibu Kota mencoba menjajal moda transportasi masal, Kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Velodrome-Kelapa Gading. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Sebelum Jakarta, Palembang terlebih dahulu mengoperasikan LRT. Berbarengan dengan Asian Games 2018. LRT Jakarta melintasi lima stasiun. Dengan total panjang lintasan 5,8 kilometer. Kelak jika sudah berope­rasi resmi, kata Allan, LRT Jakarta ditargetkan bisa mengangkut 14 ribu penumpang per hari.

Sementara itu, Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia Aditya Dwi Laksana meminta Pemprov Jakarta untuk memikirkan integrasi LRT Jakarta dengan Transjakarta dan ang­kutan kota (angkot) lain. Pasalnya, panjang lintasan 5,8 kilometer dengan rute Kelapa Gading-Velodrome tidak akan efektif melayani warga Jakarta menuju tempat kerja mereka.

Photo

Warga Jakarta saat memasuki Stasiun Velodrome. Masyarakat Ibu Kota mencoba menjajal moda transportasi masal, Kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Velodrome-Kelapa Gading. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Selain itu, sambung Aditya, pihak LRT Jakarta sebaiknya bekerja sama dengan mal-mal di kawasan Kelapa Gading. Pasalnya, penempatan LRT bukan hanya untuk transportasi. Tapi, juga untuk menggerakkan perekono­mian di sana. "Itu yang harus dioptimalisasi," terangnya.

LRT Jakarta dalam Angka


  • 2 LRV (light rail vehicle), rangkaian yang digunakan selama uji coba. Satu LRV mampu mengangkut hingga 270 penumpang.

  • 2,5 menit, waktu berhenti di setiap stasiun.

  • 5 stasiun yang dilintasi. Masing-masing Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome.

  • 5,8 kilometer, panjang lintasan.

  • 13 menit, total waktu tempuh untuk seluruh stasiun.

  • 5.000 rupiah, tarif komersial yang ditetapkan Pemprov DKI sesuai Pergub DKI Nomor 34 Tahun 2019.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore