Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Mei 2019 | 12.05 WIB

Tak Berpagar, Makam ini Kerap Dijadikan Tempat 'Mabora'

DIPAGAR: Di area pemakaman ini yang akan dilakukan pemagaran oleh DPRKP Bulungan. Diketahui, pemagaran itu bertujuan untuk mencegah kembali terjadinya aksi mabuk-mabukan di makam itu dan perbuatan lainnya. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA - Image

DIPAGAR: Di area pemakaman ini yang akan dilakukan pemagaran oleh DPRKP Bulungan. Diketahui, pemagaran itu bertujuan untuk mencegah kembali terjadinya aksi mabuk-mabukan di makam itu dan perbuatan lainnya. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

JawaPos.com - Tempat pemakaman umum (TPU) Tanjung Harapan yang ada di Jalan Cendrawasih, Kalimantan Utara, tak sepenuhnya memiliki pagar. Kondisi tersebut rawan dijadikan oknum masyarakat sebagai tempat 'mabok rame-rame' (mabora) alias bermabuk-mabukan.

Tak hanya itu dampak tidak adanya pagar sebagai pembatas. Berdasarkan keterangan Kepala Seksi Pertamanan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bulungan, Ibramsyah, TPU tersebut juga rawan dijadikan tempat penguburan bayi hasil aborsi.

Pasalnya, oknum masyarakat dapat dengan mudahnya untuk masuk pemakaman lantaran cukup banyaknya areal yang dapat ditembus. Ini berbanding terbalik jika ada pagar, tentunya mereka harus melewati pintu gerbang penjagaan terlebih dahulu.

"Mabuk-mabukan ini terkadang aksinya malam hari. Ya, itu dapat dilihat dari jejak mereka pascapesta mabuk-mabukkan," katanya dikutip dari Radar Kaltara (Jawa Pos Group), Jumat (24/5).

"Termasuk, potensi kerawanan lainnya aksi aborsi itu. Meski, kami sadari sebagian orang mungkin tak percaya aksi itu bisa terjadi. Tapi, dulu sebenarnya pernah terjadi. Nah, saat ini bagaimana upaya kami dalam mencegahnya," sambungnya.

Mengenai pemagaran sendiri, pria yang akrab disapa Bang Anca ini menjelaskan, rencananya tahun ini hal itu sudah bisa dimulai. Nantinya pembiayaan bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) II atau kabupaten.

"Insya Allah, anggaran sudah oke. Tinggal eksekusinya saja nanti di lapangan," ucapnya.

Ditanya mengenai besaran anggaranmya, ia menyebutkan bahwa secara keseluruhan mencapai sekira Rp 115 juta. Anggaran ini termasuk kegiatan perencanaan, pengawasan, dan fisiknya.

"Nanti bangunan pagarnya ini diperkirakan 100 meter lebih. Ya, dari sebagian pagar yang memang belum ada sebelumnya," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore