
Pembuatan ogoh-ogoh di Desa Karangtengah, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.
JawaPos.com - 50 Persen warga Desa Karangtengah, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), merupakan pemeluk agama hindu. Kini, mereka bersiap menggelar upacara Tawur Agung Kesanga. Ritual dijadwalkan berlangsung Rabu (6/3).
Pelaksanaan upacara Tawur Agung Kesanga digelar sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1941 yang jatuh pada Kamis (7/3). Biasanya, upacara akan diwarnai dengan pawai dan pembakaran ogoh-ogoh.
Untuk itu, umat Hindu di Karangtengah sudah jauh-jauh hari membuat ogoh-ogoh. Seperti yang dilakukan Arif Budi. Selama satu bulan belakangan, pria berusia 32 tahun itu disibukkan dengan pembuatan ogoh-ogoh di halaman rumahnya.
Ogoh-ogoh sendiri merupakan karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan Bhu (alam semesta) dan Kala (waktu) yang tak terukur dan tak terbantahkan.
Arif mengatakan, ada beberapa macam ogoh-ogoh yang dibuat. Salah satunya berbentuk Kumbakarna dan burung Bakasura. "Ogoh-ogoh ini melambangkan makhluk jahat," ujarnya saat ditemui JawaPos.com, Selasa (5/3).
Ogoh-ogoh terbuat dari beberapa bahan. Seperti bambu, styrofoam, semen putih, dan rokat (gip). Selanjutnya, ogoh-ogoh akan dibakar pada Sembayangan pemercikan.
Menurut Arif, sebenarnya tidak terlalu susah untuk membuat ogoh-ogoh. Tapi ada beberapa kendala yang dihadapi. Seperti cuaca yang mempengaruhi lama tidaknya pembuatan ogoh-ogoh. Sebab bila cuaca tidak mendukung, ogoh-ogoh susah untuk kering.
Kemudian beberapa bahan yang sulit dicari. "Yang sulit dicari aksesoris seperti kumis dan siung (taring)," kata pria yang sudah membuat ogoh-ogoh selama tiga tahun belakangan itu.
Bapak dua anak itu mengungkapkan, jumlah ogoh-ogoh yang dibakar pada ritual Tawur Agung mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu ada 30 ogoh-ogoh. Sekarang hanya 20 ogoh-ogoh. Penurunan tersebut dikarenakan semakin sedikit yang membuat ogoh-ogoh. "Banyak yang bekerja di luar (kota)," imbuhnya.
Selain membuat untuk diri sendiri, Arif juga menerima pesanan pembuatan ogoh-ogoh. Biasanya, dia mematok harga mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta. "Biasanya dapat pesanan dari anggota dusun lain," pungkasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
